Musim Duyek Datang, Warga Natuna Kaya Raya dari Laut, Harga Rp70 Ribu per Kilogram

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Musim Duyek Datang, Warga Natuna Kaya Raya dari Laut, Harga Rp70 Ribu per Kilogram menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Musim Duyek Datang, Warga Natuna Kaya Raya dari Laut, Harga Rp70 Ribu per Kilogram

Peran Gurita dalam Perekonomian Masyarakat Natuna

Di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), laut menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat pesisir. Banyak dari mereka menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, para nelayan tetap menjunjung prinsip ikhlas dan sabar dalam mencari rezeki untuk keluarga.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu hasil laut yang kini menjadi primadona adalah gurita atau dikenal dengan sebutan "duyek" oleh warga setempat. Musim duyek hanya datang sekali dalam setahun dan berlangsung selama beberapa bulan. Saat musim ini tiba, hampir seluruh laut Natuna menjadi ladang rezeki baru bagi masyarakat lokal. Bahkan, nelayan yang biasanya mencari ikan pun beralih sementara untuk berburu duyek karena harga jualnya sangat tinggi.

Harga dan Teknik Penangkapan Gurita

Gurita dengan nama latin Octopoda ini dibanderol hingga Rp70 ribu per kilogram, tergantung ukuran. Seorang nelayan asal Desa Teluk Labuh, Kecamatan Pulau Tiga, Ijal (35) mengatakan bahwa musim duyek biasanya dimulai sekitar awal September dan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Menurutnya, gurita banyak muncul di perairan dangkal sekitar pulau, dan dengan teknik penangkapan dan pengolahan yang baik, hasilnya bisa bernilai tinggi di pasaran.

Harga gurita semakin meningkat seiring waktu. Dulu hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu. Hal ini membuat para nelayan lebih memilih berburu duyek ketimbang mencari ikan, terutama karena cuaca yang tidak bersahabat untuk melaut.

Pengalaman Nelayan dalam Berburu Duyek

Ijal mengaku bahwa mencari duyek bukanlah hal baru bagi nelayan Natuna. Namun, beberapa tahun terakhir, hasil tangkapan itu mulai dikirim ke luar daerah bahkan diekspor, sehingga nilai jualnya meningkat drastis. Selama musim duyek, nelayan sering tidak pulang ke rumah dan bermalam selama tiga hari di lokasi yang banyak duyeknya. Satu pompong biasanya diisi tiga sampai empat orang.

Beberapa warga juga memilih mencari duyek di perairan dekat dan pulang sore hari. Modal mereka hanya pompong, alat selam sederhana, umpan khusus, serta perbekalan seadanya. Hasil tangkapan tidak selalu pasti, tergantung pada cuaca dan kondisi laut. Kadang bisa mendapatkan 30 kilogram sekali pulang, kadang lebih. Setelah dijual ke pengepul, hasilnya dibagi rata per orang.

Dengan harga saat ini, sekali melaut Ijal dan rekan-rekannya bisa membawa pulang antara Rp700 ribu hingga Rp2 juta. Jika hasil guritanya lebih banyak, pendapatan bisa lebih tinggi lagi.

Variasi Harga Berdasarkan Ukuran

Sudir, nelayan lain yang mencari duyek setiap pagi hingga sore, mengatakan bahwa harga duyek saat ini bervariasi sesuai ukuran. Duyek ukuran A dengan berat sekitar 2 kilogram lebih dibanderol Rp70 ribu per kilo, ukuran B berat 1 hingga 2 kilogram Rp60 ribu per kilogram, dan ukuran C berat 5 ons hingga 1 kilo dibanderol sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Menurut Sudir, jika hasil tangkapan cukup banyak, pendapatan bisa mencapai Rp1 juta per hari. Bahkan, jika hasil sedikit, ia masih bisa mendapatkan Rp200 ribu sehari. Ini cukup lumayan sebagai tambahan penghasilan.

Harapan Nelayan dan Pentingnya Kelestarian Alam

Para nelayan berharap harga gurita tetap stabil agar semangat mereka tetap terjaga. Selain itu, kesadaran masyarakat menjaga karang di lautan juga sangat penting untuk menjaga kelestarian duyek agar tetap lestari dan membawa berkah berlimpah.

Musim duyek menjadi momen yang dinanti-nanti oleh para nelayan Natuna. Saat laut kembali memberi berkah, kerja keras mereka terbayar manis.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Musim Duyek Datang, Warga Natuna Kaya Raya dari Laut, Harga Rp70 Ribu per Kilogram ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar