OJK Angkat Bicara soal Kredit Macet Rp2.500 Triliun

OJK Angkat Bicara soal Kredit Macet Rp2.500 Triliun

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai OJK Angkat Bicara soal Kredit Macet Rp2.500 Triliun menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan Kredit yang Belum Ditarik Menunjukkan Potensi Ekspansi Usaha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa tingginya pertumbuhan fasilitas kredit yang belum ditarik atau undisbursed loan menunjukkan masih adanya ruang penarikan kredit di masa mendatang. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh debitur untuk melakukan ekspansi usaha.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa dengan adanya komitmen kredit/pembiayaan yang besar, terdapat potensi peningkatan realisasi kredit di masa depan. Untuk diketahui, jumlah kredit nganggur mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Agustus 2025, angka tersebut sebesar Rp2.372 triliun, lalu meningkat menjadi Rp2.450 triliun pada Oktober 2025, dan mencapai Rp2.509,4 triliun per November 2025.

Dian menilai bahwa jika kondisi ekonomi membaik dan kepercayaan pelaku usaha meningkat, maka pencairan kredit dapat meningkat dan mendorong pertumbuhan sektor riil. Ia juga memperkirakan bahwa pertumbuhan fasilitas kredit yang belum ditarik ini akan mengalami moderasi seiring dengan penyesuaian strategi bisnis bank. Namun, ia menilai sektor perbankan nasional tetap memiliki ruang untuk mendukung pembiayaan produktif, selama disertai pendekatan yang cermat terhadap risiko dan arah kebijakan ekonomi ke depan.

Faktor-Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Kredit

Menurut Dian, pemulihan beberapa sektor ekonomi serta dukungan optimal dari kebijakan fiskal dan moneter akan meningkatkan efek multiplier ke konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha. Beberapa faktor yang dapat mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan antara lain:

  • Transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik
  • Tren penurunan suku bunga pinjaman
  • Percepatan belanja pemerintah/investasi swasta

Selain itu, data PMI Manufaktur Indonesia pada November 2025 menunjukkan bahwa posisinya berekspansi sebesar 53,50, lebih baik dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 51,20. Kondisi ini menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas perekonomian. Jika tren ini terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 masih dapat tumbuh meningkat, sehingga juga mendorong permintaan terhadap kredit perbankan.

Indeks Keyakinan Konsumen yang Tetap Optimis

Adapun, prospek perekonomian yang semakin membaik juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen November 2025 yang tetap berada di zona optimis sebesar 124,03, meningkat dibandingkan dengan Oktober 2025 yang sebesar 121,22. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap positif.

Koordinasi dengan Stakeholders untuk Stabilitas Sistem Keuangan

Dian menyebut bahwa OJK secara aktif senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan stakeholders lainnya termasuk yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait berbagai kebijakan dalam rangka melakukan monitoring. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai OJK Angkat Bicara soal Kredit Macet Rp2.500 Triliun ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar