OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Pelatihan Keuangan

OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Pelatihan Keuangan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Pelatihan Keuangan menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memulai rangkaian acaranya dengan Road to BIK pada bulan September hingga Oktober 2025. Acara ini melibatkan berbagai pihak seperti Kantor OJK Daerah, regulator, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan PUJK di seluruh Indonesia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Selama periode BIK 2025, tercatat sebanyak 10.874.634 peserta edukasi keuangan yang berhasil meningkatkan jangkauan peserta hingga 67,87 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, terdapat 5.182 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam BIK 2025, akses keuangan baru terbuka untuk sejumlah rekening, antara lain:
3,55 juta rekening perbankan baru
1,47 juta rekening pinjaman perusahaan pembiayaan baru
720 ribu akun fintech baru
951 ribu polis asuransi baru
643 ribu rekening pasar modal baru
5,01 juta rekening pergadaian baru

Selain itu, kegiatan BIK 2025 juga berhasil menjangkau 180 Desa Tertinggal yang tersebar di 73 Kabupaten/Kota di wilayah 3T.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan bahwa OJK terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat, yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan yang semakin tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

“Sektor jasa keuangan memiliki potensi yang mampu melipatgandakan perekonomian, bahkan dapat menjadi beberapa kali lebih besar dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat,” ujar Mahendra dalam pernyataannya, Sabtu (25/10).


Mahendra menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak boleh berhenti pada kepemilikan rekening tabungan. Masyarakat harus diarahkan untuk memanfaatkan produk keuangan secara lebih produktif, seperti pembiayaan, investasi pasar modal, obligasi, hingga asuransi. Dengan demikian, sektor jasa keuangan dapat memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional maupun daerah.

“Inilah yang akan melipatgandakan perekonomian berkali-kali lebih besar daripada PDRB. Dengan literasi dan inklusi yang kuat sebagai modal dasar, kini kita harus mendorong utilisasinya agar semakin optimal,” ujarnya.

Gelaran BIK 2025 mengusung tema Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa inklusi keuangan harus berprinsip No One Left Behind, terutama bagi penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T.

“Ini bukan hanya soal pencapaian angka, melainkan tentang kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Mahendra.

Ia melihat pentingnya edukasi yang tepat sasaran, inklusi yang bertanggung jawab, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.

Sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, OJK menggelar Financial Expo (FinExpo) 2025 di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 23-26 Oktober 2025. Pameran ini melibatkan kementerian/lembaga, pelaku jasa keuangan, asosiasi, dan UMKM, serta menghadirkan layanan dan konsultasi keuangan langsung kepada masyarakat. FinExpo 2025 dibuka dengan Prosesi Harmoni Finansial yang menjadi simbol penguatan sinergi sektor keuangan nasional.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai OJK Gelar BIK 2025, 10,8 Juta Peserta Ikut Pelatihan Keuangan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar