
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan aset industri asuransi jiwa sebesar 2%-4% pada tahun ini. Sebagai perbandingan, total aset industri asuransi pada tahun 2024 lalu tercatat sebesar Rp 1.133,87 triliun, dengan pertumbuhan 2,03% secara tahunan (year on year/YoY).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berdasarkan data terbaru, hingga Agustus 2025, total aset industri asuransi mencapai Rp 1.170,62 triliun, meningkat sebesar 3,37% YoY. Salah satu pemain utama di industri ini, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life), mencatatkan kinerja aset yang stabil hingga Agustus 2025, sesuai dengan proyeksi pertumbuhan tersebut.
Head of Accounting & Financial Reporting Allianz Life Indonesia, Lenny Winarta mengatakan bahwa total aset Allianz Life tercatat sebesar Rp 36,76 triliun per Agustus 2025. Angka ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sampai Agustus 2025, total aset Allianz Life Indonesia tercatat stabil dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 36,76 triliun,” ujarnya kepada aiotrade.app, Kamis (9/10/2025).
Di sisi lain, kinerja investasi juga memberikan kontribusi positif terhadap aset. Allianz Life mencatat hasil investasi sebesar Rp 650,9 miliar, meningkat 9,8% YoY pada periode yang sama.
Lenny menjelaskan, perusahaan telah menetapkan target pertumbuhan aset positif sepanjang 2025. “Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, sekaligus mendukung strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga stabilitas finansial dan keberlanjutan bisnis,” tuturnya.
Allianz Life meyakini bahwa pertumbuhan aset dapat didorong oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi ekonomi nasional, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi, serta pertumbuhan premi yang berkelanjutan.
Untuk mengoptimalkan aset, Allianz Life menerapkan strategi investasi yang hati-hati, manajemen risiko ketat, serta pemantauan pasar secara berkala. Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat pertumbuhan premi melalui inovasi produk, pengembangan kanal distribusi, dan peningkatan literasi keuangan.
“Dengan kombinasi strategi tersebut, Allianz Life optimistis pertumbuhan aset dapat terus terjaga dan berkelanjutan,” kata Lenny.
Selaras dengan hal ini, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) turut mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan aset sebesar 21% YoY, atau mencapai sebesar Rp 1,2 triliun hingga Agustus 2025.
Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko dan portofolio investasi di tengah volatilitas pasar akibat ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
“Ini hasil upaya kami dalam melakukan pengelolaan risiko dan portofolio investasi di tengah kondisi volatilitas yang masih cukup tinggi akibat ketidakpastian geopolitik maupun pertumbuhan ekonomi dunia,” kata Hengky kepada aiotrade.app, Rabu (8/10/2025).
Dari sisi investasi, Ciputra Life mencatatkan pendapatan investasi sebesar Rp 40,6 miliar per Agustus 2025, meningkat 63% YoY. Ia menyebut, pendapatan investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan aset perusahaan.
Hengky menuturkan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan aset sebesar 25% hingga akhir 2025 dibandingkan dengan tahun lalu. Target tersebut sejalan dengan optimisme terhadap prospek industri asuransi dan strategi pengelolaan investasi yang telah diterapkan.
“Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset adalah penurunan yield obligasi akibat turunnya BI Rate, yang membuat harga obligasi mengalami apresiasi,” jelasnya.
Di lain sisi, penurunan BI Rate, yang memicu penurunan suku bunga bank, juga memberikan dampak positif terhadap pasar saham dan menyebabkan apresiasi harga saham-saham yang mereka miliki.
Untuk menjaga pertumbuhan, Ciputra Life menerapkan sejumlah strategi investasi yang prudent dan manajemen risiko yang disiplin. Perusahaan juga terus berinovasi dalam pengembangan produk dan perluasan layanan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar