OJK: Suku Bunga Rendah Dorong Pertumbuhan Kredit Akhir 2025

OJK: Suku Bunga Rendah Dorong Pertumbuhan Kredit Akhir 2025

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai OJK: Suku Bunga Rendah Dorong Pertumbuhan Kredit Akhir 2025 menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan Kredit Perbankan di Indonesia

Pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia tercatat mengalami penurunan di level 7 persen. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis bahwa pertumbuhannya dapat mencapai target yang ditetapkan yaitu antara 8 hingga 11 persen pada akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh tren suku bunga yang rendah dan kebutuhan belanja musiman rumah tangga di akhir dan awal tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa OJK tetap berharap kredit terus tumbuh sesuai dengan hasil evaluasi Rencana Bisnis Bank (RBB), yang menunjukkan tidak ada revisi signifikan dari bank. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada tekanan dari sisi permintaan kredit, khususnya dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perdagangan, optimisme terhadap pemulihan beberapa sektor ekonomi serta dukungan dari kebijakan fiskal, trade policy, industrial policy, dan investment policy akan meningkatkan efek pengganda terhadap konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha.

Beberapa faktor yang dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir 2025 antara lain:

  • Transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik
  • Tren penurunan suku bunga pinjaman
  • Percepatan belanja pemerintah/investasi swasta
  • Dorongan kebutuhan belanja musiman rumah tangga jelang akhir dan awal tahun

Data Kredit Perbankan pada September 2025

Pada bulan September 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,7 persen year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,56 persen yoy. Total outstanding kredit perbankan mencapai Rp8.162,8 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,18 persen, diikuti kredit konsumsi yang tumbuh 7,42 persen, sementara kredit modal kerja tumbuh moderat sebesar 3,37 persen yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 11,53 persen, sedangkan kredit UMKM hanya tumbuh 0,23 persen.

Adapun berdasarkan sektor ekonomi, sektor pengangkutan dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,32 persen, sementara sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 19,15 persen. Pertumbuhan kredit dari sektor-sektor tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target kredit perbankan sampai akhir tahun ini.

Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Likuiditas Perbankan

Pada September 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,81 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,51 persen yoy, dengan total DPK mencapai Rp9.695,4 triliun.

Likuiditas industri perbankan pada September 2025 mencatatkan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,47 persen (Agustus 2025: 120,25 persen) dan 29,30 persen (Agustus 2025: 27,25 persen). Angka tersebut masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 205,94 persen.

Kualitas Kredit dan Ketahanan Bank

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,24 persen (Agustus 2025: 2,28 persen) dan NPL net stabil sebesar 0,87 persen. Loan at Risk (LaR) turun menjadi 9,52 persen (Agustus 2025: 9,73 persen).

Terkait ketahanan bank dari sisi permodalan, OJK mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level tinggi sebesar 26,15 persen (Agustus 2025: 26,03 persen). Angka tersebut dinilai menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai OJK: Suku Bunga Rendah Dorong Pertumbuhan Kredit Akhir 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar