Omzet Rp250 M, Rahasia Ponpes Sunan Drajat Jadi Contoh Koperasi Merah Putih

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Omzet Rp250 M, Rahasia Ponpes Sunan Drajat Jadi Contoh Koperasi Merah Putih menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Omzet Rp250 M, Rahasia Ponpes Sunan Drajat Jadi Contoh Koperasi Merah Putih

Kisah Koperasi Ponpes Sunan Drajat: Model Ekonomi Berbasis Kemandirian yang Menginspirasi

Di balik kemegahan bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, tersembunyi kisah inspiratif tentang kemandirian ekonomi berbasis koperasi. Lembaga ini kini menjadi contoh nasional dalam pembentukan Koperasi Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Konsep yang diterapkan di Ponpes Sunan Drajat ternyata selaras dengan visi presiden tersebut.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut KH. Dr. Anas Al-Kifni, M.Si., Direktur Utama Pusat Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, konsep ini telah mendapat apresiasi dari para pejabat tinggi. "Waktu Pak Menteri Feri berkunjung, beliau mengatakan konsep di sini mirip dengan yang dikonsepkan Pak Presiden," ujar Gus Anas dalam wawancara eksklusif.

Koperasi Ponpes Sunan Drajat telah berdiri sejak 1992, namun mengalami kebangkitan besar pada 2018 setelah dilakukan restrukturisasi menyeluruh. Perubahan anggaran dasar, manajemen keuangan, hingga tata kelola SDM menjadi langkah penting untuk memperkuat struktur koperasi. Dari situ, lahir berbagai unit usaha seperti BMT Sunan Drajat, Toserba Sunan Drajat, dan perusahaan di bawah PT Perekonomian Sunan Drajat.

Kini, koperasi tersebut telah menjadi pusat ekonomi pesantren dengan jaringan luas di Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban. Total omzetnya pada 2025 diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Menurut Gus Anas, kunci kesuksesan koperasi bukanlah uang, melainkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. "Tantangan terbesar kami bukan uang, tapi SDM. Uang bisa dicari, tapi sumber daya manusia yang profesional itu kunci utama," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih bukanlah pesaing pedagang lokal, melainkan kanal pemasaran produk masyarakat. "Produk warga sekitar dan pesantren kami serap untuk dijual di gerai koperasi. Dari hulu ke hilir, semua saling menguatkan," tambahnya.

Selain itu, Ponpes Sunan Drajat juga ditunjuk Kementerian Koperasi dan UKM sebagai pusat pelatihan bagi pengurus koperasi desa dari berbagai daerah. "Kami diminta menampung sekitar 80 koperasi desa untuk magang. Ini penting agar pengelolaan koperasi di tingkat desa bisa profesional," ujar Gus Anas.

Ke depan, pihaknya menargetkan pembentukan 100 Koperasi Merah Putih baru di berbagai kabupaten, dengan fokus pada penjualan kebutuhan pokok grosir. "Kami ingin koperasi menjadi jantung ekonomi rakyat. Kalau SDM-nya kuat, koperasi bisa mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah," tandasnya optimistis.

Dengan konsep ekonomi berbasis kemandirian dan kolaborasi, Ponpes Sunan Drajat kini bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi umat. Kisah Gus Anas dan Ponpes Sunan Drajat menunjukkan bahwa ekonomi pesantren bukan sekadar wacana, tetapi realita yang bisa ditiru.

Transformasi koperasi dari "mati suri" menjadi lembaga dengan omzet ratusan miliar membuktikan kekuatan manajemen dan inovasi. Penulis melihat, keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Bukan modal besar, melainkan karakter dan SDM unggul yang menjadi penggerak utama.

Di tengah geliat ekonomi nasional, model koperasi Sunan Drajat bisa menjadi inspirasi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Jika konsep ini diperluas ke seluruh Indonesia, maka kemandirian ekonomi umat bukan lagi impian. Inilah bukti bahwa pesantren bisa menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi bangsa.


Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Omzet Rp250 M, Rahasia Ponpes Sunan Drajat Jadi Contoh Koperasi Merah Putih ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar