Pandeglang Tetapkan Target PAD Rp 336 Miliar Tahun 2026

Pandeglang Tetapkan Target PAD Rp 336 Miliar Tahun 2026

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pandeglang Tetapkan Target PAD Rp 336 Miliar Tahun 2026 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Pandeglang Tetapkan Target PAD Rp 336 Miliar Tahun 2026

Target PAD Kabupaten Pandeglang Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2026 sebesar Rp 336.872.133.082. Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses pembahasan antara Pemkab dengan DPRD. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pandeglang, Ramadani, saat berbicara kepada Trust Banten pada Senin, 22 Desember 2025.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sebelumnya, dalam nota pengantar RAPBD tahun anggaran 2026, target PAD Kabupaten Pandeglang ditetapkan sebesar Rp 366.955.076.000. Namun, selama proses pembahasan awal, target tersebut turun menjadi Rp 342.957.319.688. Setelah dibahas lebih lanjut, akhirnya disetujui sebesar Rp 336.872.133.082. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar Rp 30.082.942.918 dari target awal.

Ramadani menjelaskan bahwa PAD terdiri dari empat komponen utama. Keempat komponen tersebut antara lain pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

  • Pajak daerah ditargetkan sebesar Rp 174.034.879.021.
  • Retribusi daerah, yang mencakup pelayanan kesehatan BLUD dan retribusi non BLUD, diperkirakan mencapai Rp 18.671.526.570.
  • Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, seperti dividen dari BUMD seperti BJB, Perumdam, dan BPR, ditargetkan sebesar Rp 11.916.360.983.
  • Lain-lain PAD yang sah berasal dari 39 BLUD dengan total pendapatan sebesar Rp 132.249.366.508.

Strategi untuk Merealisasikan Target PAD

Untuk merealisasikan target PAD tahun 2026, Bapenda Kabupaten Pandeglang akan menerapkan beberapa strategi. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB).

"Strategi yang akan kita jalankan salah satunya yaitu meningkatkan pendapatan dari sektor PBB. Tahun depan, kita akan intensif turun ke kecamatan-kecamatan termasuk ke desa-desa untuk terus melakukan cash opname. Jika diperlukan, kita juga akan melakukan evaluasi bulanan untuk meningkatkan pendapatan," jelas Ramadani.

Selain itu, Bapenda juga akan mengintensifkan petugas dalam melakukan penagihan kepada para wajib pajak. Hal ini bertujuan untuk memastikan realisasi target PAD dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan.

Komponen Pendapatan Asli Daerah

Berikut rincian komponen-komponen yang menyusun PAD Kabupaten Pandeglang:

  • Pajak Daerah: Sebesar Rp 174.034.879.021.
  • Retribusi Daerah: Dari pelayanan kesehatan BLUD dan retribusi non BLUD sebesar Rp 18.671.526.570.
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Berupa dividen dari BUMD seperti BJB, Perumdam, dan BPR sebesar Rp 11.916.360.983.
  • Lain-Lain PAD yang Sah: Pendapatan dari 39 BLUD sebesar Rp 132.249.366.508.

Kesimpulan

Target PAD Kabupaten Pandeglang tahun 2026 sebesar Rp 336.872.133.082 merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Dengan adanya empat komponen utama yang mendukung PAD, serta strategi yang dirancang oleh Bapenda, diharapkan target ini dapat tercapai secara optimal.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pandeglang Tetapkan Target PAD Rp 336 Miliar Tahun 2026 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar