
Park Bom 2NE1 Menggugat Mantan Bos YG Entertainment
Park Bom, mantan anggota grup musik 2NE1, membuat publik terkejut dengan mengajukan gugatan hukum terhadap pendiri YG Entertainment, Yang Hyun-suk. Gugatan ini menunjukkan bahwa Park Bom menuduh mantan bosnya melakukan penipuan dan penggelapan terhadap pendapatan yang seharusnya diterimanya selama bertahun-tahun berkarier di bawah naungan agensi tersebut.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Park Bom membagikan foto dokumen resmi gugatan yang menunjukkan laporan terhadap Yang Hyun-suk. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pihak YG diduga gagal membayarkan pendapatan dari berbagai aktivitas Park Bom di industri hiburan, mulai dari penjualan album, penampilan panggung, siaran televisi, iklan, hingga proyek kolaborasi.
Berdasarkan berkas pengaduan bertanggal 19 Oktober 2025, nilai kerugian yang dipermasalahkan mencapai 64,27 miliar won atau sekitar Rp771 miliar. Park Bom mengklaim bahwa ia tidak pernah menerima laporan keuangan maupun pembayaran yang semestinya dari agensi selama masa kontraknya.
“Selama bertahun-tahun, saya tidak pernah mendapatkan kejelasan soal penghasilan dari berbagai kegiatan saya. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal keadilan,” tulis Park Bom dalam keterangannya di media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan hukum ini diambil setelah berulang kali mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara internal tanpa hasil. Sebagai bukti, Park Bom menyertakan sejumlah dokumen pendukung, termasuk salinan kontrak, catatan partisipasi dalam produksi musik dan pertunjukan, data transaksi perbankan, serta rekaman komunikasi melalui pesan dan email.
Park Bom berharap laporan ini dapat membuka jalan bagi transparansi di industri hiburan Korea Selatan, yang sering kali disoroti karena praktik manajemen keuangan yang tidak terbuka antara artis dan agensi. Ia berharap kasus ini menjadi contoh untuk memberikan perlindungan lebih baik kepada para seniman di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak YG Entertainment maupun Yang Hyun-suk belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Kasus ini kini tengah dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Penyebab Gugatan Park Bom
Beberapa alasan utama mengapa Park Bom mengajukan gugatan hukum ini adalah:
- Ketidaktransparanan keuangan: Park Bom mengklaim bahwa selama masa kontraknya, ia tidak pernah menerima laporan keuangan yang jelas dari YG Entertainment.
- Penggelapan pendapatan: Ia menuduh bahwa YG Entertainment tidak membayarkan pendapatan dari berbagai aktivitas yang dilakoninya, seperti penjualan album, penampilan panggung, dan iklan.
- Tidak adanya solusi internal: Meskipun telah mencoba menyelesaikan masalah secara internal, Park Bom merasa tidak ada hasil yang signifikan.
Bukti yang Disajikan
Untuk mendukung gugatannya, Park Bom menyertakan beberapa dokumen penting, antara lain:
- Salinan kontrak: Dokumen yang menunjukkan kesepakatan antara Park Bom dan YG Entertainment.
- Catatan partisipasi: Buku catatan yang mencatat semua kegiatan Park Bom selama berada di bawah naungan agensi.
- Data transaksi perbankan: Buku catatan transaksi keuangan yang bisa digunakan sebagai bukti.
- Rekaman komunikasi: Pesan dan email yang menunjukkan interaksi antara Park Bom dan pihak YG Entertainment.
Komentar Publik dan Media
Peristiwa ini menarik perhatian publik dan media internasional. Banyak orang menganggap bahwa kasus ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan transparansi di industri hiburan Korea Selatan. Beberapa analis menilai bahwa hal ini bisa menjadi preseden bagi seniman lain yang mengalami situasi serupa.
Komentar
Kirim Komentar