
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Harga minyak mentah WTI mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data dari Bloomberg, pada Senin (22/12/2025) pukul 17.35 WIB, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Februari 2026 di New York Mercantile Exchange berada di kisaran US$ 57,16 per barel. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20,68% secara year to date (YTD).
Menurut Wahyu Tribowo Laksono, seorang pengamat komoditas sekaligus pendiri Traderindo.com, surplus pasokan minyak mentah global menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan harga tersebut. IEA mencatat adanya kelebihan pasokan sebesar 4 juta barel per hari. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi dari OPEC+ serta produsen non-OPEC seperti Amerika Serikat, Guyana, dan Brasil. Di sisi lain, permintaan dari China mengalami penurunan akibat transisi cepat menuju kendaraan listrik (EV).
“Penurunan tajam sekitar 20% YTD disebabkan oleh surplus pasokan global,” ujar Wahyu kepada aiotrade, Senin (22/12/2025).
Selain minyak mentah, harga batubara juga mengalami penurunan. Saat ini, harga batubara berada di level US$ 108,40 per ton, dengan penurunan sebesar 13,45% YTD. Menurut Wahyu, penurunan harga ini dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan India serta normalisasi rantai pasok global. Meskipun permintaan domestik untuk pembangkit listrik masih ada, pasokan yang melimpah dari eksportir utama seperti Indonesia memberikan tekanan terhadap harga, sehingga membuatnya turun di bawah level psikologis US$ 110.
Sementara itu, harga gas alam mengalami penguatan sepanjang tahun 2025. Harga gas alam saat ini berada di kisaran US$ 4,08 per MMBtu, dengan kenaikan sebesar 11,92% YTD. Wahyu menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk musim dingin di belahan bumi utara dan gangguan pasokan pipa gas dari Rusia melalui Ukraina.
“Permintaan LNG yang tetap kuat di Eropa dan Asia untuk menjaga cadangan energi menjadi penopang utama harga,” ucap Wahyu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Komoditas
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga komoditas dalam tahun 2025 antara lain:
- Surplus pasokan global: Peningkatan produksi dari OPEC+ dan produsen non-OPEC seperti AS, Guyana, dan Brasil menyebabkan kelebihan pasokan minyak mentah.
- Perubahan permintaan: Penurunan permintaan dari China akibat transisi ke kendaraan listrik dan melambatnya pertumbuhan ekonomi India memengaruhi harga batubara.
- Faktor musiman: Musim dingin di belahan bumi utara meningkatkan permintaan gas alam.
- Gangguan pasokan: Gangguan pada infrastruktur seperti pipa gas dari Rusia melalui Ukraina memengaruhi pasokan gas alam.
Prediksi dan Tren Pasar
Berdasarkan analisis Wahyu, tren harga komoditas akan terus dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan. Ia memperkirakan bahwa harga minyak mentah akan tetap rentan terhadap penurunan jika surplus pasokan tidak segera diimbangi dengan peningkatan permintaan. Sementara itu, harga batubara diperkirakan akan stabil atau sedikit naik jika permintaan dari sektor listrik tetap tinggi.
Di sisi lain, harga gas alam mungkin akan terus menguat selama musim dingin dan jika terjadi gangguan pasokan lanjutan. Namun, normalisasi rantai pasok global dan peningkatan produksi LNG bisa menjadi faktor penyeimbang.
Dengan situasi ini, para pelaku pasar dan investor perlu terus memantau perkembangan pasar serta beradaptasi dengan perubahan tren yang terjadi.
Komentar
Kirim Komentar