
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pelatih Baru Persebaya Surabaya Dikabarkan dari Portugal
Persebaya Surabaya kini sedang dalam proses pencarian pelatih baru yang akan menggantikan Eduardo Pérez. Isu ini menjadi topik hangat di kalangan suporter, terutama setelah performa tim di Super League 2025/2026 masih belum stabil. Sejak kepergian pelatih asal Spanyol tersebut, situasi di sekitar klub semakin memicu spekulasi.
Pada pekan ke-15 Super League, Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski tampil dominan dan menekan di babak kedua, mereka gagal meraih poin penuh. Hasil ini membuat Persebaya Surabaya kini mengoleksi 19 poin dan berada di posisi keenam klasemen sementara. Performa yang naik-turun ini menunjukkan bahwa tim masih perlu arahan yang lebih jelas.
Situasi ini diperparah oleh absennya pelatih kepala selama pertandingan. Uston Nawawi, yang saat itu bertindak sebagai caretaker, harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Peran pelatih pun diemban oleh asisten pelatih Shin Sang-gyu. Hal ini menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya sedang dalam fase transisi.
Uston Nawawi mengakui bahwa kehadiran pelatih baru sangat dibutuhkan untuk memberi dampak berkelanjutan pada permainan tim. Namun, ia menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga stabilitas tim dalam kondisi apa pun. “Pasti ada pengaruh, tetapi saat ini yang terpenting adalah Persebaya. Dalam kondisi apa pun, tim ini harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selama hampir 30 hari, Uston Nawawi telah mendampingi tim sejak Eduardo Pérez resmi pergi pada 22 November 2025. Namun, ia mengaku belum ada komunikasi dengan manajemen terkait sosok pelatih baru yang akan datang. “Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucapnya.
Di bawah arahannya, Persebaya Surabaya belum meraih kemenangan, tetapi juga belum menelan kekalahan. Hingga pekan ke-15 Super League, Persebaya Surabaya menempati posisi ketujuh klasemen dengan total 19 poin dari 14 pertandingan. Catatan ini menunjukkan bahwa Green Force masih berada di jalur persaingan, meski belum sepenuhnya meyakinkan.
Di tengah situasi ini, fanbase @bondonekat_ menyampaikan kekecewaan terkait belum diumumkannya pelatih kepala baru. Mereka menyoroti regulasi liga yang berpotensi menimbulkan sanksi jika lebih dari 30 hari setelah mengakhiri kerja sama dengan pelatih. Namun, harapan mulai muncul lewat unggahan lanjutan dari fanbase yang sama. Mereka menyebut bahwa Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang dengan pelatih pengganti, namun akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas.
Spekulasi semakin menguat setelah fanbase lain, @emosijiwakucom, mengunggah foto bendera Portugal dengan caption “⌛️”. Unggahan ini langsung ditafsirkan sebagai sinyal kuat bahwa pelatih baru Persebaya Surabaya berasal dari Portugal. Respons Bonek pun mengalir deras di kolom komentar.
Beberapa pendukung menulis antusiasme sekaligus rasa penasaran, seperti “Diumumin kapan min?????”. Sementara itu, pendukung lain memberikan komentar realistis: “Pesenku ojok ndeleh ekspektasi dukur dukur. Gak uenak nek moro moro gak sesuai ekspektasi soale. Nek apik yo alhamdulillah, nek elek yowes wong penting jarene lak sustainable se? ????”.
Sebagian pendukung berharap manajemen benar-benar mendatangkan sosok berpengalaman. “Sik genah wae lo min jangan macem-macem ini liga dan kita butuh pelatih yg cari yang berpengalaman @officialpersebaya , arek-arek kepingin persebaya melambung tinggi ????,” tulis komentar lainnya.
Kini, pelatih baru Persebaya Surabaya dari Portugal tinggal menunggu waktu untuk terungkap secara resmi. Di tengah misteri dan harapan besar Bonek, publik Surabaya menanti satu nama yang diyakini mampu membawa Green Force berlayar lebih stabil dan kompetitif ke depan.
Komentar
Kirim Komentar