Pemerintah Pertimbangkan Insentif untuk Otomotif Tahun Depan

Pemerintah Pertimbangkan Insentif untuk Otomotif Tahun Depan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pemerintah Pertimbangkan Insentif untuk Otomotif Tahun Depan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kajian Insentif untuk Industri Otomotif

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terhadap peluang pemberian insentif bagi industri otomotif pada tahun depan. Ia menilai sektor ini sangat penting karena memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.

“Sekarang sedang kami susun. Sektor otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sebuah sektor yang terlalu penting,” ujar Menperin saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa strategi yang saat ini dijalankan adalah tinjauan terhadap keterkaitan ke belakang dan ke depan dari setiap kegiatan manufaktur. Dari hasil tinjauan tersebut, Kemenperin melihat adanya keterkaitan yang besar di sektor otomotif.

“Jadi, pemerintah itu memang sudah seharusnya menyiapkan insentif untuk sektor otomotif untuk tahun 2026,” tambahnya.

Namun, ia enggan merinci jenis maupun bentuk insentifnya karena proses kajian masih berlangsung.

“Jangan tanya jenisnya, jangan tanya bentuknya. Sedang kami susun,” ujar dia.

Pandangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri otomotif saat ini sudah mulai pulih dan kembali bersaing. Hal ini dapat dilihat dari aktifnya pameran otomotif yang melibatkan banyak pelaku industri.

Melihat tren tersebut, Airlangga menilai bahwa tidak perlu ada insentif untuk sektor otomotif pada tahun depan.

“Insentif tahun depan tidak ada. Karena industrinya sudah cukup kuat,” ujar Airlangga kepada wartawan.

Meski begitu, Airlangga juga tidak menutup peluang kajian insentif terhadap industri otomotif.

“Dikaji, tapi belum diputuskan,” katanya lagi.

Perspektif Ekonom LPEM UI

Sebelumnya, ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), Riyanto, menyatakan bahwa pemerintah perlu menerapkan insentif untuk kendaraan berbasis listrik seperti battery electric vehicle (BEV) maupun hybrid EV (HEV) dengan prinsip yang setara.

“Segmen ini perlu diberikan kebijakan yang lebih fair dengan basis reduksi emisi dan TKDN. Insentif untuk HEV saat ini belum fair,” kata Riyanto dalam pernyataannya, di Jakarta, Senin (24/11).

Saat ini, insentif yang diberikan untuk BEV berupa pembebasan bea masuk dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen dengan tujuan untuk tes pasar. Namun, yang menikmati insentif tersebut kebanyakan adalah kendaraan listrik impor. Sementara itu, kendaraan hybrid yang diproduksi di dalam negeri hanya mendapat insentif serupa sebesar 3 persen.

Menurut Riyanto, dorongan terhadap insentif kendaraan hybrid juga menjadi relevan, karena semakin banyak produsen yang telah merakit model hybrid secara domestik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang cukup tinggi.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pemerintah Pertimbangkan Insentif untuk Otomotif Tahun Depan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar