
Pemangkasan Dana Transfer dan Upaya Efisiensi di Kabupaten Cianjur
Pemerintah Kabupaten Cianjur menghadapi tantangan besar dalam mengelola anggaran yang terus mengalami pemangkasan dari pemerintah pusat. Untuk menghadapi situasi ini, pihak pemerintah setempat harus melakukan berbagai langkah efisiensi yang ketat guna memastikan operasional pemerintahan tetap berjalan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
”Secara umum, kita lakukan efisiensi lah dari operasional. Itu kurang lebih 30-50 persen,” ujar Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Senin 20 Oktober 2025. Dengan penurunan dana transfer tersebut, pemerintah daerah harus lebih hati-hati dalam mengatur penggunaan anggaran agar tidak mengganggu pembangunan.
Selain menekan biaya operasional, pemerintah juga mengalihkan program-program yang dianggap tidak mendesak. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan meskipun dengan sumber daya yang terbatas.
Namun, Bupati mengakui bahwa pengurangan dana transfer dari pusat akan berdampak pada target penyelesaian infrastruktur. ”Berpengaruh dong. Soalnya kan kita memang target lebih cepat ya, 2-3 tahun itu jalan sudah selesai. Tapi dengan adanya pengurangan dana transfer dari pusat, mungkin nanti lebih lama,” katanya.
Wahyu menjelaskan bahwa anggaran infrastruktur secara umum juga terkena dampak pemangkasan. Namun, ia memastikan tetap akan memprioritaskan program layanan kesehatan dasar meskipun harus melakukan pemangkasan di berbagai sektor.
”UHC (universal health coverage) kita pertahankan karena itu hak dasar ya untuk masyarakat,” ucapnya. Target UHC yang harus dibayarkan setiap tahun mengalami lonjakan seiring dengan upaya penambahan cakupan hingga mencapai 50%.
Dalam menghadapi kondisi anggaran yang ketat, menurut Wahyu, Pemerintah Kabupaten Cianjur didorong untuk lebih kreatif. Salah satu langkah yang akan diambil adalah dengan meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
”Selain melakukan pengetatan untuk operasional, kita juga ingin meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujar Wahyu. Peningkatan PAD ini, menurut dia, akan diupayakan dari sektor perparkiran, industri makanan dan minum, hotel, dan sebagainya.
Terkait kebijakan sentralisasi program dari pemerintah pusat ke daerah, termasuk yang dicanangkan oleh presiden, Wahyu menyatakan bahwa pemerintah daerah akan bersikap adaptif. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tetap beradaptasi dengan perubahan kebijakan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.
Strategi Pengelolaan Anggaran yang Lebih Efisien
Untuk menghadapi tantangan anggaran yang semakin ketat, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil beberapa strategi utama:
- Penghematan Biaya Operasional: Seluruh biaya operasional ditekan hingga 30-50 persen. Ini mencakup penghematan di berbagai sektor seperti transportasi, listrik, dan kebutuhan harian pegawai.
- Pemangkasan Program yang Tidak Mendesak: Beberapa program yang dianggap tidak urgent dipindahkan atau ditunda sementara waktu agar dana dapat dialokasikan ke proyek-proyek yang lebih penting.
- Prioritas Layanan Kesehatan Dasar: Meski ada pemangkasan di berbagai bidang, layanan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas utama. Ini dilakukan karena UHC merupakan hak dasar bagi masyarakat.
- Peningkatan Pendapatan Daerah: Pemerintah berusaha meningkatkan PAD melalui sektor-sektor potensial seperti pariwisata, industri makanan dan minuman, serta perparkiran.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Masyarakat juga diharapkan menjadi mitra dalam proses pembangunan. Dengan partisipasi aktif, masyarakat dapat membantu memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pemerintah Kabupaten Cianjur juga berkomitmen untuk tetap transparan dalam pengelolaan anggaran. Dengan transparansi, masyarakat dapat memantau bagaimana dana digunakan dan apakah pembangunan berjalan sesuai rencana.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meskipun ada tantangan, Pemerintah Kabupaten Cianjur tetap optimis bahwa dengan langkah-langkah efisien dan kreatif, pembangunan tetap bisa berjalan. Di masa depan, pemerintah berharap dapat memperoleh dukungan lebih baik dari pemerintah pusat agar pembangunan bisa lebih cepat dan merata.
Harapan besar juga diarahkan kepada masyarakat untuk terus mendukung dan memberikan masukan agar pembangunan dapat lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Komentar
Kirim Komentar