
aiotrade.app,
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) terus melakukan intervensi harga cabai dengan mendistribusikan cabai merah keriting yang didatangkan dari Jawa Timur ke sejumlah pasar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada Sabtu (25/10/2025), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Inflasi Sumut yang terdiri dari 3 Badan Usaha Milik Daerah Sumut (BUMD) antara lain PT Dhirga Surya mendistribusikan sebanyak 500 kilogram (kg) cabai merah keriting intervensi ke Pasar Petisah.
Distribusi yang telah dilakukan Pemprov Sumut selama kurang lebih sepekan diklaim membuat harga cabai merah keriting mengalami penurunan drastis menjadi hingga Rp35.000 per kg.
Sementara berdasarkan laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga cabai merah keriting di Sumut dalam seminggu terakhir memang menunjukkan penurunan. Hanya saja, harganya masih di kisaran Rp73.000 per kg per Jumat (24/10/2025).
Akademisi dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin membenarkan adanya penurunan harga cabai merah keriting di Sumut.
"Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, harga rata-rata cabai merah ditransaksikan dalam rentang Rp60.000-Rp75.000 per kg," ucap Gunawan Benjamin, Minggu (26/10/2025).
Gunawan mengatakan rata-rata harga cabai merah keriting di Sumut per hari ini memang lebih rendah dibandingkan dengan hari Jumat yang masih di kisaran Rp70.000-Rp75.000 per kg. Termasuk di Pasar Petisah yang baru saja diguyur cabai intervensi dari Pulau Jawa dengan harga Rp35.000 per kg.
Meski demikian, dia menyebut masih akan sulit untuk memproyeksikan harga cabai turun hingga ke rentang Rp30.000-Rp33.000 per kg pada November mendatang melihat harga yang masih di kisaran Rp60.000-Rp75.000 per kg saat ini.
Lebih jauh, Gunawan menyoroti ketergantungan Sumut pada cabai merah dari luar Sumut yang membuat harga komoditas di wilayah ini berpeluang bergerak sangat volatile. Intervensi yang dilakukan Pemprov memang dapat meredam harga sesaat.
Namun, intervensi disebutnya belum berdampak signifikan yang terlihat dari besaran harga komoditas cabai saat ini. Dia menduga ini akibat jumlah cabai merah yang digunakan untuk intervensi tidak signifikan sehingga tidak terdistribusi secara merata ke semua pasar.
Gunawan mengapresiasi langkah Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, dalam meredam inflasi dengan mengintervensi harga. Hanya saja, dia menyebut langkah ini bersifat jangka pendek.
Dia menilai intervensi dengan skema subsidi barang dari luar wilayah Sumut akan memicu keluhan di kalangan pedagang dan tidak memberi manfaat ke petani di Sumut secara langsung.
Belum lagi kualitas cabai yang didatangkan dari luar pulau berpotensi tergerus akibat proses distribusi yang memakan waktu.
Gunawan menyarankan agar Pemprov Sumut melakukan pemetaan dengan pendekatan proyeksi supply (persediaan) cabai merah di masa depan.
"Lakukan juga mitigasi yang diperkuat dengan instrumen pengendalian pasokan seperti menghadirkan cold storage untuk menjaga kesegaran cabai merah sehingga Sumut punya ruang yang lebih besar dalam mengendalikan inflasi ke depan," kata dia.
Kendati, Gunawan memproyeksikan harga cabai merah akan berada dalam rentang Rp40.000-Rp60.000 per kg dalam dua pekan ke depan seiring masuknya lebih banyak pasokan dari luar Sumut.
Komentar
Kirim Komentar