Penanaman Seribu Pohon di Embung Betara Sriten, Peringati Hari Ibu di Gunungkidul

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Penanaman Seribu Pohon di Embung Betara Sriten, Peringati Hari Ibu di Gunungkidul, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Penanaman Seribu Pohon di Embung Betara Sriten, Peringati Hari Ibu di Gunungkidul

Peringatan Hari Ibu di Gunungkidul dengan Aksi Penanaman Seribu Pohon

Hari Ibu di Kabupaten Gunungkidul pada tahun ini dirayakan dengan sebuah aksi nyata yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dilakukan di kawasan Embung Betara Sriten, Kapanewon Gedangsari, pada hari Minggu (20/12). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan bencana, sehingga pihak terkait memilih lokasi ini sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam aksi penanaman seribu pohon ini, berbagai jenis bibit pohon seperti pohon gayam, beringin, asam jawa, nangka, serta tanaman lainnya ditanam. Tujuan dari penanaman ini adalah untuk memperkuat tanah dan mencegah terjadinya longsor. Salah satu tanaman yang menjadi ciri khas Gunungkidul adalah pohon nangka, yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 3 Tahun 1999.

Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu kali ini tidak hanya sekadar penghormatan terhadap peran ibu, tetapi juga menjadi momentum penting untuk merawat Ibu Pertiwi. Diketahui bahwa banyaknya bencana yang terjadi akibat kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Oleh karena itu, Bupati memilih lokasi-lokasi yang rawan bencana seperti Gedangsari dan Nglipar sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.

Aksi penanaman pohon ini memiliki makna filosofis yang kuat. Para perempuan dianggap mampu menjaga dan merawat keluarga serta putra-putrinya. Dengan adanya perempuan yang tangguh, maka akan mudah bagi masyarakat untuk menjaga Ibu Pertiwi agar tetap utuh dan sehat.

Selain Bupati, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI periode 2019–2024, Bintang Puspayoga, juga hadir dalam acara tersebut. Ia memberikan apresiasi atas aksi nyata yang dilakukan oleh para perempuan dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini sangat menarik secara filosofi, karena menanam pohon dapat dianalogikan dengan peran perempuan dalam merawat keluarga dan putra-putrinya.

Kegiatan ini turut diikuti oleh berbagai pihak, antara lain Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta R.A. Yashinta Mekarwangi Mega, komunitas pecinta alam, ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat sekitar lokasi penanaman. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Tujuan dan Makna dari Kegiatan Ini

  • Kegiatan penanaman seribu pohon bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
  • Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah bencana seperti longsor dengan memperkuat struktur tanah.
  • Dengan melibatkan perempuan dalam kegiatan ini, diharapkan bisa memperkuat peran perempuan dalam menjaga kelestarian alam.
  • Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Partisipasi Berbagai Pihak

  • Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta R.A. Yashinta Mekarwangi Mega turut serta dalam kegiatan ini.
  • Komunitas pecinta alam juga aktif dalam penanaman pohon.
  • Ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berpartisipasi dalam kegiatan ini.
  • Masyarakat sekitar lokasi penanaman juga ikut serta dalam aksi penanaman pohon.


Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Penanaman Seribu Pohon di Embung Betara Sriten, Peringati Hari Ibu di Gunungkidul. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar