Pengangguran Kini Bekerja di SPPG, Mantan SPG Harap Program MBG Berkelanjutan

Pengangguran Kini Bekerja di SPPG, Mantan SPG Harap Program MBG Berkelanjutan

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Pengangguran Kini Bekerja di SPPG, Mantan SPG Harap Program MBG Berkelanjutan, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.


aiotrade, JAKARTA BARAT - Niki, mantan sales promotion girl (SPG) pakaian yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat, berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkelanjutan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Niki, program tersebut perlu dilanjutkan terus ke depannya, karena benar-benar berdampak mengatasi masalah pengangguran, seperti dirinya yang terbantu karena sempat menganggur seusai masa kontraknya sebagai SPG berakhir. Kini, Niki pun berkesempatan kembali bekerja sekaligus menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya dulu SPG di toko pakaian. Karena kontraknya habis, saya ditawari kerja di sini kan. Senang lah pastinya, suasana kerjanya juga asyik,” kata Niki yang bertugas sebagai juru porsi di SPPG Khusus Palmerah.

Untuk diketahui, program MBG tidak hanya menghadirkan asupan bernutrisi bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar dapur. Di SPPG Khusus Palmerah misalnya, sekitar 40 orang kini bekerja di dapur MBG. Mereka terdiri dari:
9 juru masak
9 juru porsi
16 pencuci ompreng
1 petugas kebersihan
4 pengemudi
1 petugas keamanan

Bagi Niki, program MBG bukan hanya memberi penghasilan, tetapi juga rasa bangga karena bisa ikut menyediakan makanan sehat untuk anak-anak dan ibu-ibu.

“Semoga aja berkelanjutan dari tahun ke tahun. Ini membantu banget buat pekerja yang tadinya nganggur. Karena jujur aja, cari kerja di Jakarta susah,” ungkap Niki.

Menurut Niki, manfaat MBG juga langsung dirasakan masyarakat.

“Ini membantu perekonomian pastinya. Mungkin buat yang duitnya kurang, dengan anaknya dapat makan gratis di sekolah kan jadi lebih irit. Uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain,” tambahnya.

Manfaat program MBG juga dirasakan langsung para siswa. Zakaria Judipa, siswa kelas 12 SMK 17 Jakarta menuturkan, orang tuanya sangat gembira saat ia bercerita sudah mendapat makan bergizi gratis di sekolah.

“Makan bergizi gratis ini sangat membantu, karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membawakan bekal untuk saya. Terus ini juga membantu menghemat uang jajan,” kata Zakaria.

Febi Zahara, siswi kelas 12 di sekolah yang sama turut merasakan hal serupa. Sebelum ada MBG, Febi jarang membawa bekal karena ibunya sibuk mengurus adiknya yang masih kecil.

“Mama saya bahagia sekali saat saya cerita kalau di sekolah sudah ada makan bergizi gratis. Jadi mama saya tidak perlu repot-repot lagi nyediain bekal untuk saya,” ucap Febi.

Menurut Febi, menu MBG juga jauh lebih bernutrisi dibanding bekal dari rumah.

“Kalau bekal dari rumah kan paling cuma nasi sama lauk aja. Kalau MBG bisa empat sehat lima sempurna,” seloroh Febi sambil tersenyum.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Pengangguran Kini Bekerja di SPPG, Mantan SPG Harap Program MBG Berkelanjutan. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar