Penyaluran Kredit BNI Naik 10,5% Jadi Rp812,2 Triliun Hingga September 2025

Penyaluran Kredit BNI Naik 10,5% Jadi Rp812,2 Triliun Hingga September 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Penyaluran Kredit BNI Naik 10,5% Jadi Rp812,2 Triliun Hingga September 2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade.CO.ID-JAKARTA.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan total penyaluran kredit tumbuh 10,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 812,2 triliun hingga akhir September 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan keberhasilan strategi yang dijalankan oleh bank dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, pertumbuhan tersebut tercatat merata di seluruh segmen bisnis, mencerminkan portofolio kredit yang semakin sehat dan berimbang. Ia mengatakan bahwa kini pertumbuhan kredit BNI lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan yang dilakukan oleh bank dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif.

Kredit korporasi naik 12,4% YoY menjadi Rp450,7 triliun, didukung oleh peningkatan pembiayaan kepada korporasi swasta, BUMN, dan institusi. Sementara itu, kredit segmen menengah tumbuh 14,3% YoY, dan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% YoY menjadi Rp46,3 triliun, menandakan komitmen BNI dalam memperkuat sektor riil dan mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Selain itu, segmen konsumer juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh pembiayaan KPR, personal loan, dan kartu kredit. Sinergi dengan anak perusahaan turut memperkuat ekosistem bisnis BNI, tercermin dari pertumbuhan kredit usaha di level grup yang naik 15,3% YoY menjadi Rp17,4 triliun.

Untuk menjaga kualitas aset dan profil risiko bank tetap sehat, perseroan terus memperkuat ketahanan keuangannya melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang solid dan disiplin. Hingga akhir kuartal III 2025, CKPN BNI tercatat sebesar Rp34,7 triliun, dengan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) mencapai 222,7%.

Penguatan cadangan yang dilakukan secara selektif ini menegaskan komitmen BNI dalam mengantisipasi potensi risiko kredit serta menjaga ketahanan keuangan yang berkelanjutan. "Kami terus memperkuat kualitas portofolio kredit dan menerapkan risk-based provisioning untuk memastikan ketahanan jangka panjang," ujar Paolo.

Strategi yang Membawa Pertumbuhan Berkelanjutan

BNI tidak hanya fokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga pada penguatan struktur keuangan dan pengelolaan risiko. Dengan pendekatan yang berbasis risiko, bank berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan para nasabah dan investor.

Beberapa langkah yang dilakukan BNI antara lain: * Peningkatan kualitas portofolio kredit melalui pengawasan yang ketat terhadap kinerja nasabah. * Penggunaan teknologi dan inovasi dalam layanan perbankan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. * Penguatan sinergi dengan anak perusahaan untuk memperluas ekosistem bisnis dan memberikan solusi yang lebih lengkap bagi pelanggan.

Komitmen terhadap Sektor Riil

BNI menunjukkan komitmennya terhadap sektor riil melalui peningkatan kredit UMKM dan kredit usaha. Dengan adanya dukungan finansial yang lebih mudah diakses, UMKM dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Selain itu, BNI juga aktif dalam mendukung program pemerintah seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk mempercepat pertumbuhan sektor usaha kecil.

Ke depan, BNI akan Terus Mengoptimalkan Potensi

Dengan pertumbuhan yang stabil dan kualitas aset yang terjaga, BNI siap menghadapi tantangan di masa depan. Langkah-langkah strategis yang diambil saat ini akan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Bank juga akan terus melakukan inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar guna mempertahankan posisi sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Penyaluran Kredit BNI Naik 10,5% Jadi Rp812,2 Triliun Hingga September 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar