Perang Dagang AS-China Mencair di Malaysia, Beijing Incar Kedelai

Perang Dagang AS-China Mencair di Malaysia, Beijing Incar Kedelai "Paman Sam"

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Perang Dagang AS-China Mencair di Malaysia, Beijing Incar Kedelai "Paman Sam" menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kesepakatan Awal Perdagangan AS dan Tiongkok

Pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mencapai kesepakatan awal terkait perdagangan komoditas strategis, termasuk logam tanah jarang dan kedelai. Kesepakatan ini tercapai setelah dua hari pembicaraan di Malaysia dalam rangka KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Kesepakatan ini menandai perbaikan hubungan dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia yang sebelumnya mengalami ketegangan akibat tarif impor dan pembatasan ekspor.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Tiongkok akan kembali membeli kedelai dari AS dalam jumlah besar selama beberapa tahun ke depan. Selain itu, Beijing juga sepakat untuk menunda satu tahun kebijakan lisensi ekspor baru untuk logam tanah jarang sambil melakukan peninjauan ulang regulasi tersebut.

Pembelian Kedelai dan Harapan Petani

Bessent menjelaskan bahwa pembelian kedelai dari AS akan berlangsung dalam skala besar. Ia menilai hal ini sangat baik bagi petani kedelai AS, tidak hanya untuk musim ini tetapi juga dalam jangka panjang. Dalam wawancara dengan CBS, Bessent menyampaikan harapan bahwa kesepakatan ini akan diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis (30/10/2025).

Pertemuan antara Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng serta negosiator utama Li Chenggang menjadi putaran kelima antara kedua negara sejak Mei 2025. Bessent menekankan bahwa kerangka kerja yang sudah dibuat akan menjadi dasar bagi pembahasan para pemimpin.

Penundaan Tarif dan Masalah Fentanyl

Dalam wawancara dengan NBC, Bessent menyebut bahwa kesepakatan ini dapat mencegah rencana tarif baru sebesar 100 persen atas barang-barang Tiongkok yang sebelumnya diancamkan oleh Trump. Pembahasan juga mencakup pembelian produk pertanian AS, keseimbangan perdagangan, serta upaya mengatasi krisis fentanyl, salah satu alasan diberlakukannya tarif 20 persen terhadap produk Tiongkok.

Li Chenggang, salah satu negosiator Tiongkok, menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai konsensus awal dan akan melanjutkan proses persetujuan di dalam negeri masing-masing. Menurutnya, posisi AS sangat tegas, namun terdapat konsultasi intensif dan pertukaran pandangan konstruktif untuk mencari solusi yang dapat mengatasi kekhawatiran kedua pihak.

Optimisme dan Rencana Kedepan

Trump tiba di Malaysia pada Minggu untuk menghadiri KTT ASEAN, bagian dari lawatan lima harinya ke Asia yang akan diakhiri dengan pertemuan langsung bersama Xi di Korea Selatan pada 30 Oktober. Setelah pertemuan tersebut, Trump menyatakan optimismenya terhadap kemungkinan adanya kesepakatan dengan Tiongkok.

Perlu diketahui bahwa AS dan Tiongkok sedang berupaya mencegah eskalasi perang dagang setelah Trump mengancam menerapkan tarif baru 100 persen dan pembatasan dagang tambahan mulai 1 November. Ancaman ini merupakan respons terhadap kebijakan Tiongkok memperluas kontrol ekspor tanah jarang.

Kedua negara sebelumnya telah menurunkan sebagian besar tarif tinggi terhadap produk masing-masing dalam kerangka gencatan senjata perang dagang, yang akan berakhir pada 10 November. Dalam pertemuan di Malaysia, para pejabat membahas perluasan perdagangan, perpanjangan gencatan senjata, masalah fentanyl, biaya pelabuhan AS, tanah jarang, serta TikTok.

Bessent menjelaskan bahwa gencatan senjata bisa kembali diperpanjang, menunggu keputusan presiden. Perpanjangan ini akan menjadi yang kedua sejak kesepakatan awal pada Mei 2025.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Perang Dagang AS-China Mencair di Malaysia, Beijing Incar Kedelai "Paman Sam" ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar