
Kegiatan Sekolah Pasar Modal di Kabupaten Bangka
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar kegiatan sekolah pasar modal di Kabupaten Bangka, yang berlangsung pada Rabu (1/10) di Gedung Grha Maras, Kantor Bupati Bangka. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara serupa yang sebelumnya telah sukses diadakan dengan sasaran para guru dan kepala sekolah di wilayah Kabupaten Bangka.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada kesempatan kali ini, BEI Kantor Wilayah Bangka Belitung menyasar para kepala desa, anggota BPD, pengurus BUMDes, serta anggota Koperasi Merah Putih (KPM) dari seluruh desa di Kabupaten Bangka. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang literasi keuangan dan investasi kepada masyarakat pedesaan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpemdes) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting sebagai upaya untuk menambah wawasan masyarakat terkait pengelolaan keuangan secara bijak. "Pengetahuan ini sangat diperlukan agar masyarakat bisa meningkatkan kekuatan finansial mereka di masa depan," ujarnya.
Menurut Dalyan Amrie, saat ini kondisi perekonomian di Provinsi Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Bangka, sedang tidak stabil. "Situasi semakin memburuk karena semakin banyak masyarakat kita yang terlibat dalam judi online dan pinjaman online ilegal," jelasnya.
Perilaku konsumtif dan hedonisme, serta kurangnya produktivitas, juga menjadi faktor pemicu masalah ekonomi masyarakat. Dalyan Amrie menunjukkan data survei dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel-Babel, yang mencatat tingkat literasi keuangan di Provinsi Babel mencapai 62,34 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 79,48 persen.
"Berdasarkan hasil survei tersebut, terlihat bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi cukup tinggi," ujarnya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah melalui BEI dan OJK dalam terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan sekolah pasar modal ini, dirinya berharap dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat terkait pengelolaan keuangan sebagai investasi jangka panjang. "Dan juga meminimalisir maraknya investasi online ilegal di kalangan masyarakat kita," harapnya.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan
- Memberikan wawasan tentang cara mengelola keuangan secara bijak
- Mengurangi risiko masyarakat terjebak dalam investasi ilegal atau pinjaman online yang tidak aman
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam pasar modal yang legal dan terpercaya
Tantangan yang Dihadapi
Meski kegiatan ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, beberapa tantangan tetap harus dihadapi, antara lain:
- Kurangnya akses informasi keuangan yang tepat dan akurat
- Minimnya kesadaran masyarakat akan risiko investasi ilegal
- Keterbatasan sumber daya dan infrastruktur pendidikan keuangan di daerah
Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti:
- Penguatan kerja sama antara BEI, OJK, dan pemerintah daerah
- Penyediaan program pelatihan dan edukasi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan
- Penggunaan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyampaian informasi keuangan
Kesimpulan
Kegiatan sekolah pasar modal yang digelar oleh BEI di Kabupaten Bangka merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan bijak dalam mengelola keuangan mereka, serta terhindar dari risiko investasi ilegal yang merugikan.
Komentar
Kirim Komentar