Perpustakaan Kalteng Hadir 24 Jam, Ribuan E-book Tersedia

Perpustakaan Kalteng Hadir 24 Jam, Ribuan E-book Tersedia

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Perpustakaan Kalteng Hadir 24 Jam, Ribuan E-book Tersedia. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

PALANGKA RAYA, aiotrade.CO
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) sedang mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah digitalisasi operasional perpustakaan umum. Kini, masyarakat dapat mengakses layanan perpustakaan kapan saja, 24 jam sehari, sambil meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menjelaskan bahwa transformasi digital perpustakaan merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan publik yang cepat, mudah, dan berbasis teknologi. Melalui perangkat daerah terkait, Pemprov Kalteng secara bertahap mengalihkan layanan perpustakaan ke sistem digital modern.

“Sejalan dengan tuntutan transformasi digital, Pemprov Kalteng telah melakukan transisi layanan perpustakaan berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat mengakses koleksi kapan saja, 24 jam,” ujar Edy Pratowo pada Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, layanan perpustakaan digital Provinsi Kalimantan Tengah saat ini sudah menyediakan ribuan koleksi buku elektronik yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

“Saat ini tersedia 2.851 judul buku digital. Ke depan tentu masih perlu penambahan koleksi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada perpustakaan digital, Pemprov Kalteng juga memberi perhatian serius pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan. Upaya ini dilakukan agar pengelolaan arsip berjalan tertib, modern, dan akuntabel.

“Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, kami melakukan sosialisasi serta pelatihan pengelolaan arsip, baik konvensional maupun elektronik,” tutup Edy.

Pelatihan tersebut menyasar pengelola arsip dan arsiparis di berbagai lembaga, mulai dari perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, BUMD, perguruan tinggi, sekolah, hingga lembaga kearsipan kabupaten dan kota.

Inisiatif Digitalisasi Perpustakaan

Berikut beberapa inisiatif yang dilakukan Pemprov Kalteng dalam digitalisasi perpustakaan:

  • Pengembangan Layanan Online
    Masyarakat kini dapat mengakses koleksi perpustakaan secara online tanpa harus datang langsung ke gedung. Hal ini memudahkan akses informasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

  • Peningkatan Koleksi Digital
    Saat ini, perpustakaan digital menyediakan 2.851 judul buku digital. Namun, jumlah ini akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

  • Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan
    Pemprov Kalteng bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan seperti perguruan tinggi dan sekolah untuk memperluas cakupan pengguna layanan digital perpustakaan.

Pelatihan dan Sosialisasi di Bidang Kearsipan

Pemprov Kalteng juga menekankan pentingnya pelatihan dan sosialisasi di bidang kearsipan. Berikut beberapa aspek yang menjadi fokus pelatihan:

  • Pengelolaan Arsip Konvensional
    Pelatihan mencakup cara mengelola arsip fisik dengan sistem yang terstruktur dan efisien.

  • Pengelolaan Arsip Elektronik
    Peserta pelatihan diajarkan bagaimana mengelola arsip digital menggunakan perangkat lunak dan sistem komputer yang modern.

  • Kepatuhan terhadap Standar Arsip
    Pelatihan juga membahas pentingnya mematuhi standar kearsipan nasional dan internasional untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.

Manfaat Transformasi Digital

Transformasi digital dalam pelayanan perpustakaan dan kearsipan memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan Aksesibilitas Informasi
    Masyarakat dapat mengakses informasi kapan saja, tanpa batasan waktu atau lokasi.

  • Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Arsip
    Sistem digital memungkinkan pengelolaan arsip yang lebih cepat, akurat, dan hemat waktu.

  • Mendorong Literasi dan Pembelajaran
    Akses ke berbagai koleksi digital memfasilitasi pembelajaran dan peningkatan literasi masyarakat.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Meski transformasi digital menawarkan banyak manfaat, Pemprov Kalteng tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  • Keterbatasan Infrastruktur Teknologi
    Beberapa daerah di Kalimantan Tengah masih kurang memiliki infrastruktur internet yang memadai.

  • Kurangnya Kesadaran Masyarakat
    Masih ada masyarakat yang belum familiar dengan layanan digital dan lebih nyaman menggunakan metode tradisional.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pemprov Kalteng akan terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi di seluruh wilayah provinsi.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar