Perputaran Uang STQH 2025 Kendari Capai Rp 400 Miliar, UMKM Senang

Perputaran Uang STQH 2025 Kendari Capai Rp 400 Miliar, UMKM Senang

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Perputaran Uang STQH 2025 Kendari Capai Rp 400 Miliar, UMKM Senang menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dampak Ekonomi dari STQH 2025 di Kendari

Gelaran Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) 2025 di Kendari membawa dampak positif yang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Selama sepekan lebih penyelenggaraan acara, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari Rp 400 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara mencatat bahwa total omzet perdagangan selama kegiatan berlangsung diperkirakan menembus lebih dari Rp 8 miliar di area pameran utama. Sementara itu, potensi perputaran uang di seluruh Kendari bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa acara nasional seperti STQH memiliki dampak ekonomi yang besar.

Kepala Disperindag Sulawesi Tenggara, Rony Yakub Laute, menjelaskan bahwa estimasi tersebut didasarkan pada rata-rata pendapatan harian pelaku usaha yang berpartisipasi di arena STQH. “Kita prediksi satu UMKM meraih omzet sekitar Rp 3 juta per hari. Jika dikalikan sembilan hari dan 300 UMKM, hasilnya sekitar Rp 8 miliar. Itu baru yang tercatat di area STQH saja,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa angka tersebut belum termasuk perputaran uang dari sekitar 16.600 pelaku UMKM di Kendari yang turut merasakan dampak positif selama pelaksanaan STQH. “Jika seluruhnya dihitung, potensi peredaran uang bisa menembus lebih dari Rp 400 miliar,” jelasnya.

Menurut Rony, kegiatan nasional seperti STQH memiliki efek ganda (multiplier effect). Efeknya sangat besar, karena ikut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan industri oleh-oleh. “UMKM kita mulai bergairah, hotel-hotel penuh, penjualan oleh-oleh meningkat," ungkapnya. Sehingga ajang STQH menjadi momentum ekonomi yang besar. Karena acara sebesar ini mungkin baru akan didapatkan lagi 30 tahun ke depan.

Produk Lokal yang Menjadi Primadona

Dari ribuan pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara, sekitar 300 usaha berpartisipasi langsung dalam pameran STQH di Kompleks Eks MTQ Kendari. Produk unggulan daerah seperti tenun dan anyaman nentu dari Lohia, Kabupaten Muna, menjadi primadona bagi pengunjung dari berbagai provinsi. Produk tersebut merupakan bagian dari program One Village One Product (OVOP) dan masih berstatus binaan provinsi.

Selain menjadi sarana promosi, ajang ini juga memperkenalkan pelaku usaha pada sistem transaksi digital berbasis QRIS. “Ke depan kami akan lakukan pembinaan lanjutan karena sistem transaksi digital sudah menjadi keharusan. Ini penting untuk menyongsong acara berskala nasional berikutnya di Sulawesi Tenggara,” kata Rony.

Bank Indonesia turut mendukung pelaksanaan pameran dengan menyediakan 50 booth tambahan bagi produk kriya dan UMKM binaan, sekaligus menerapkan sistem pembayaran digital untuk mencatat transaksi secara transparan dan efisien. “Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui perputaran uang selama kegiatan berlangsung. Data itu sangat penting untuk evaluasi dan pengembangan UMKM ke depan,” jelas Rony.

Sinergi yang Membawa Keberhasilan

Peningkatan okupansi hotel, lonjakan permintaan transportasi, hingga ramainya pusat oleh-oleh menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan berskala nasional dapat menghasilkan dampak ekonomi yang luas. Disperindag Sultra menilai, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan tersebut. “Kalau ini bisa kita kelola dengan baik, dampak STQH tidak hanya terasa selama acara, tetapi juga bisa menjadi pijakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi UMKM di Sulawesi Tenggara,” tutup Rony.

Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Ahmad Zayadi menilai pameran UMKM di ajang STQH merupakan bentuk nyata sinergi antara dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat. “STQH tidak sekadar lomba tilawah, tetapi juga wahana untuk menunjukkan wajah Islam yang produktif dan berdaya saing," jelasnya. Ketika dakwah bertemu dengan ekonomi kreatif, nilai keagamaan menemukan relevansinya dalam kehidupan nyata masyarakat.

Zayadi berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat pasca-STQH agar dampak positifnya berkelanjutan. “Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari keberlanjutan program keagamaan,” katanya.

STQH Nasional 2025 di Kendari pun menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Yakni menghadirkan berkah tidak hanya dalam spiritualitas. Tetapi juga kesejahteraan warga.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Perputaran Uang STQH 2025 Kendari Capai Rp 400 Miliar, UMKM Senang ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar