Pertamina Sumbagsel Tambah Stok Solar dan LPG untuk Libur Nataru

Pertamina Sumbagsel Tambah Stok Solar dan LPG untuk Libur Nataru

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Pertamina Sumbagsel Tambah Stok Solar dan LPG untuk Libur Nataru. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


aiotrade, PALEMBANG— Konsumsi energi di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) diproyeksikan mengalami peningkatan sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto menjelaskan bahwa potensi peningkatan konsumsi bahan bakar di momen libur akhir tahun ini berbeda-beda tergantung jenis produknya.

Ia menyebutkan bahwa untuk produk bensin, konsumsi diperkirakan naik sekitar 4,3% dibandingkan rata-rata normal di November. LPG diprediksi meningkat 5,6%, sedangkan avtur melonjak hingga 10,8% dari kondisi normal.

“Sedangkan untuk solar diproyeksikan turun sekitar 6,03% dari rata-rata normal,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Menurut Erwin, pihaknya akan mengantisipasi lonjakan permintaan dengan menambah jumlah pasokan gasoline mencapai 27.262 kiloliter. Kemudian juga penambahan LPG mencapai 2.002 metrik ton.

“Sedangkan pasokan solar tetap dijaga sesuai kebutuhan, karena proyeksinya mengalami penurunan,” kata dia.

Dia menambahkan, dari sisi distribusi, jumlah sarana pendukung juga akan ditambah, seperti satu kapal suplai tambahan berkapasitas 9.400 kiloliter dan penambahan 43 unit mobil tangki.

Dengan begitu, total armada pengangkut BBM yang akan disiagakan meningkat dari 357 unit menjadi 405 unit.

“Kami juga menyiapkan skema alternatif atau emergensi. Jika ada terminal BBM yang berada dalam kondisi kritis, pasokan akan disuplai dari terminal lain agar stok di SPBU tetap terjaga,” jelas Erwin.

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar mengatakan secara umum kesiapan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel untuk menghadapi Nataru sudah cukup baik.

Namun, kata dia, terdapat sejumlah tantangan dari sisi hulu yang berada di luar kewenangan Pertamina Patra Niaga.

“Kebutuhan BBM nasional sekitar 1,6 juta barel per hari, tapi produksi baru sekitar 600 ribu barel per hari. Sementara menunggu impor ada kendala dalam pengiriman, termasuk kendala cuaca,” kata dia.

Kondisi ini juga disebut berdampak pada ketahanan stok beberapa jenis BBM, seperti Dexlite yang tercatat hanya mencapai 0,8 hari.

“Memang bukan berarti tidak mampu disalurkan, tetapi dari hulu memang belum tersuplai,” tegasnya.

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan BBM

Beberapa faktor utama yang memengaruhi ketersediaan BBM di wilayah Sumbagsel antara lain:

  • Kenaikan permintaan: Peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Nataru menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar, terutama untuk transportasi dan kebutuhan rumah tangga.
  • Kendala produksi dalam negeri: Produksi BBM di dalam negeri masih jauh dari kebutuhan nasional, sehingga ketergantungan terhadap impor tetap tinggi.
  • Tantangan logistik: Pengiriman BBM dari luar daerah sering terganggu oleh kondisi cuaca dan infrastruktur yang kurang optimal.
  • Perluasan distribusi: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel melakukan ekspansi armada pengangkutan BBM untuk memastikan ketersediaan di berbagai titik.

Strategi yang Diterapkan

Untuk menghadapi situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel telah menyiapkan beberapa strategi:

  • Penambahan pasokan BBM: Menambah pasokan bensin dan LPG guna memenuhi permintaan yang meningkat.
  • Peningkatan armada pengangkut: Menambah jumlah mobil tangki dan kapal suplai untuk mempercepat distribusi.
  • Skema darurat: Siapkan rencana cadangan jika terjadi gangguan di salah satu terminal BBM.
  • Koordinasi dengan pihak terkait: Berkoordinasi dengan instansi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi.

Tantangan yang Masih Ada

Meskipun langkah-langkah tersebut dilakukan, masih ada tantangan yang perlu diatasi, seperti:

  • Keterbatasan produksi dalam negeri: Produksi BBM dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.
  • Kendala impor: Proses impor BBM sering terhambat oleh berbagai faktor, termasuk cuaca dan regulasi.
  • Stok yang tidak merata: Beberapa jenis BBM seperti Dexlite memiliki stok yang terbatas, sehingga perlu pengawasan lebih ketat.

Dengan berbagai strategi dan antisipasi yang dilakukan, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel berkomitmen untuk memastikan ketersediaan BBM yang cukup selama masa liburan Nataru. Namun, perlu adanya koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan stabilitas pasokan energi di wilayah Sumbagsel.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar