Pertemuan Trump dan Xi Jinping Redam Ketegangan China-AS di APEC

Pertemuan Trump dan Xi Jinping Redam Ketegangan China-AS di APEC

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pertemuan Trump dan Xi Jinping Redam Ketegangan China-AS di APEC menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Rencana Pertemuan Trump dan Xi Jinping di APEC 2025

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Kamis (30/10/2025) dalam rangkaian acara KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan berlangsung di Korea Selatan. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam upaya meredakan ketegangan dagang antara dua negara besar tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengumumkan jadwal pertemuan antara Trump dan Xi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pertemuan ini akan berjalan lancar dan semua pihak akan merasa puas. Trump sendiri juga menunjukkan optimisme serupa saat berbicara kepada wartawan pada hari yang sama.

Pertemuan antara Trump dan Xi merupakan puncak dari rangkaian kunjungan Presiden AS ke Asia. Sebelumnya, Trump akan meninggalkan Washington pada malam Jumat dan tiba di Malaysia pada pagi Minggu waktu setempat untuk menghadiri KTT Asean. Di Malaysia, ia akan bertemu dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim serta menghadiri jamuan makan malam para pemimpin Asean pada malam Minggu (26/10/2025).

Setelah itu, Trump akan melanjutkan perjalanan ke Tokyo untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Selasa (28/10/2025). Dari sana, ia akan terbang ke Korea Selatan pada Rabu (29/10/2025) untuk bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung, memberikan pidato utama dalam jamuan makan siang CEO APEC, dan menghadiri makan malam kerja bersama para pemimpin ekonomi kawasan sebelum bertemu Xi keesokan harinya.

Ini adalah pertemuan pertama antara Trump dan Xi sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada Januari lalu. Sebelumnya, keduanya telah melakukan pembicaraan melalui telepon sedikitnya tiga kali tahun ini, terakhir pada bulan September. Pertemuan langsung terakhir antara keduanya terjadi pada tahun 2019 saat masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih.

Trump sering menekankan bahwa dialog langsung dengan Xi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan berbagai isu yang memengaruhi hubungan kedua negara, termasuk tarif impor, pembatasan ekspor, perdagangan pertanian, fentanyl, serta ketegangan geopolitik di sekitar Taiwan. Meskipun ia mengklaim memiliki hubungan baik dengan Xi, pertemuan kali ini menjadi ujian bagi hubungan tersebut.

Beberapa pekan terakhir, ketegangan antara Washington dan Beijing kembali meningkat, terutama setelah China memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang. Trump bahkan sempat mengancam akan membatalkan pertemuan tersebut jika situasi tidak membaik. Pertemuan ini juga berlangsung di tengah berakhirnya masa gencatan dagang antara AS dan China yang akan berakhir pada 10 November 2025, kecuali diperpanjang.

Penangguhan tarif impor yang berlaku saat ini telah beberapa kali diperbarui sepanjang tahun ini untuk mencegah lonjakan tarif yang sempat memicu ketegangan. Namun, jeda tersebut kembali terancam akibat langkah saling berbalas yang dilakukan kedua pihak.

AS baru-baru ini memperluas pembatasan teknologi terhadap China, termasuk wacana pengenaan tarif untuk kapal China yang berlabuh di pelabuhan AS serta kemungkinan pengetatan ekspor perangkat lunak penting. China merespons dengan memberlakukan kontrol ekspor baru terhadap logam tanah jarang dan sejumlah mineral penting lain yang digunakan di sektor teknologi, energi, dan transportasi.

Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100% atas produk China mulai 1 November jika Beijing tidak melonggarkan kebijakan ekspor tersebut. Meskipun demikian, ia sendiri mengakui bahwa tarif tinggi tidak berkelanjutan. Kebijakan China juga telah memicu reaksi global dan mendorong negara-negara lain mencari sumber pasokan alternatif.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump menyatakan optimistis bahwa pembicaraan dengan Xi akan menghasilkan kesepakatan yang baik terkait seluruh isu perdagangan, sambil menegaskan kembali hubungan yang sangat baik antara keduanya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pertemuan Trump dan Xi Jinping Redam Ketegangan China-AS di APEC ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar