PGEO Cetak Laba Rp1,73 Triliun di Kuartal III/2025, Turun 22,17%

PGEO Cetak Laba Rp1,73 Triliun di Kuartal III/2025, Turun 22,17%

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai PGEO Cetak Laba Rp1,73 Triliun di Kuartal III/2025, Turun 22,17% menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade.app
, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berhasil mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$104,27 juta atau setara dengan Rp1,73 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp16.602 per dolar AS) pada kuartal III/2025.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih PGEO mengalami penurunan sebesar 22,17% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar US$133,99 juta atau Rp2,22 triliun. Meskipun demikian, pendapatan perusahaan meningkat sebesar 4,19% yoy menjadi US$318,86 juta pada periode yang berakhir 30 September 2025, dibandingkan US$306,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya meningkat lebih tinggi, yaitu sebesar 16,83% yoy menjadi US$140,21 juta per kuartal III/2025, dibandingkan US$120,01 juta pada kuartal III/2024. Hal ini menyebabkan turunnya laba bruto PGEO sebesar 3,95% yoy menjadi US$178,64 juta.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan dari US$15,02 juta menjadi US$21,16 juta. PGEO juga membukukan rugi selisih kurs sebesar US$10,22 juta pada kuartal III/2025, berbanding terbalik dengan laba selisih kurs sebesar US$13,05 juta pada kuartal III/2024.

Dari sisi kontribusi pendapatan, PLTP area Kamojang menjadi sumber pendapatan terbesar PGEO dengan kontribusi sebesar US$116,03 juta per kuartal III/2025. Selanjutnya, PLTP area Ulubelu menyumbang US$91,34 juta, Lahendong US$62,38 juta, Lumut Balai US$40,93 juta, serta Karaha US$7,72 juta.

Secara keseluruhan, PGEO telah membukukan aset sebesar US$2,96 miliar dengan liabilitas sebesar US$957,39 juta per kuartal III/2025. Ekuitas perseroan mencapai US$2 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode PGEO mencapai US$628,12 juta per kuartal III/2025, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$657,64 juta.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan PGEO

Beberapa faktor utama yang memengaruhi kinerja keuangan PGEO antara lain:
Peningkatan pendapatan: Peningkatan pendapatan sebesar 4,19% yoy menunjukkan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan baik meskipun menghadapi tantangan.
Kenaikan biaya operasional: Beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya meningkat signifikan, yaitu sebesar 16,83% yoy, yang berdampak pada penurunan laba bruto.
Biaya umum dan administrasi: Penambahan biaya umum dan administrasi juga memberikan tekanan terhadap laba bersih perusahaan.
Rugi selisih kurs: Perubahan nilai tukar mata uang asing berdampak negatif terhadap kinerja keuangan PGEO.

Kontribusi Pendapatan dari Berbagai Wilayah

PLTP Kamojang masih menjadi sumber pendapatan terbesar PGEO, disusul oleh PLTP Ulubelu dan Lahendong. Pendapatan dari wilayah-wilayah ini menunjukkan bahwa operasi geothermal energy masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Kondisi Keuangan dan Aset

PGEO memiliki aset yang cukup besar, yaitu sebesar US$2,96 miliar, dengan rasio utang terhadap ekuitas yang relatif stabil. Namun, penurunan kas dan setara kas perlu menjadi perhatian agar dapat menjaga likuiditas perusahaan.

Kesimpulan

Meskipun PGEO mengalami penurunan laba bersih pada kuartal III/2025, kinerja pendapatan tetap menunjukkan pertumbuhan. Perusahaan perlu memperhatikan pengendalian biaya operasional dan manajemen risiko valuta asing untuk meningkatkan kembali profitabilitasnya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai PGEO Cetak Laba Rp1,73 Triliun di Kuartal III/2025, Turun 22,17% ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar