
Perbandingan Pilih Motor Matic Yamaha NMAX atau Honda PCX
Pilihan antara motor matic Yamaha NMAX dan Honda PCX sering kali menjadi dilema bagi calon pembeli. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, baik dalam hal desain, performa mesin, maupun teknologi. Artikel ini akan membahas tujuh perbedaan utama antara kedua model tersebut, mulai dari tampilan hingga efisiensi bahan bakar, agar Anda bisa menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan harian.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
1. Desain: Elegan Premium Honda PCX vs Sporty Maskulin Yamaha NMAX
Desain menjadi salah satu aspek yang membedakan antara Honda PCX dan Yamaha NMAX. Honda PCX 2025 hadir dengan garis bodi yang tegas dan lampu LED berbentuk U yang dilengkapi Daytime Running Light (DRL). Jok yang ramping namun panjang, serta dek pijakan kaki yang luas membuat posisi berkendara terasa rileks, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Sementara itu, Yamaha NMAX 2025 mengusung karakter sporty dan maskulin. Varian Turbo tampil agresif dengan Dual Projector LED dan bodi berlekuk membulat yang terlihat kokoh. NMAX Neo tetap mempertahankan DNA MAXi Yamaha dengan desain dinamis dan ruang kaki fleksibel. Bagi pengguna yang ingin tampil aktif dan sporty, NMAX menawarkan daya tarik visual yang kuat.
2. Performa Mesin: Halus Efisien vs Responsif Bertenaga
Dalam hal performa mesin, Honda PCX 2025 dibekali mesin 156,9 cc, 1 silinder, 4 katup dengan teknologi eSP+. Tenaga maksimal mencapai 11,8 kW (16 PS) pada 8.500 rpm dengan torsi 14,7 Nm pada 6.500 rpm. Karakter mesin PCX terasa halus dan linear, cocok untuk berkendara santai di perkotaan maupun perjalanan jauh.
Yamaha NMAX Turbo mengusung mesin 155,09 cc Blue Core dengan Variable Valve Actuation (VVA), dipadukan Yamaha Electric CVT (YECVT). Tenaga maksimal 11,3 kW pada 8.000 rpm dan torsi 13,9 Nm pada 6.500 rpm. Keunggulannya terletak pada akselerasi awal yang lebih agresif, terutama berkat fitur Turbo Riding Mode dan Y-Shift, membuat NMAX lebih percaya diri saat menyalip atau melibas tanjakan.
3. Teknologi Transmisi: YECVT Modern vs CVT Konvensional Andal
Teknologi transmisi menjadi pembeda signifikan antara NMAX dan PCX. Yamaha NMAX Turbo menghadirkan YECVT, sistem CVT elektronik yang memungkinkan pengendara memilih mode berkendara. T-Mode memberikan respons agresif untuk kondisi dinamis, sementara S-Mode cocok untuk berkendara santai dan efisien.
Honda PCX 2025 tetap menggunakan CVT konvensional V-Matic. Meski tanpa mode berkendara, sistem ini dikenal sangat halus, minim getaran, dan terbukti andal untuk pemakaian jangka panjang. PCX unggul dalam konsistensi, sementara NMAX unggul dalam fleksibilitas performa.
4. Fitur Konektivitas: Honda RoadSync vs Yamaha Y-Connect
Dalam era digital, fitur konektivitas menjadi penting. Honda PCX 2025 varian tertentu dibekali Honda RoadSync, yang memungkinkan koneksi smartphone untuk navigasi, panggilan, pesan, hingga musik melalui perintah suara.
Yamaha NMAX mengandalkan Y-Connect, yang memungkinkan pengguna memantau konsumsi BBM, lokasi parkir, notifikasi telepon, hingga status kendaraan melalui aplikasi. Varian Turbo Tech Max Ultimate bahkan dilengkapi panel TFT dengan navigasi Garmin, memberikan pengalaman berkendara yang lebih modern dan informatif.
5. Dimensi, Bagasi, dan Kapasitas Tangki
Aspek kepraktisan juga penting dalam memilih motor matic. Honda PCX 2025 memiliki dimensi 1.936 x 742 x 1.123 mm, jarak sumbu roda 1.313 mm, tinggi jok 764 mm, dan bobot 132–133 kg. Keunggulan utama PCX ada pada bagasi besar 30 liter yang mampu menyimpan helm full-face, serta tangki BBM 8,1 liter yang mendukung perjalanan jarak jauh.
Yamaha NMAX memiliki dimensi 1.935 x 740 x 1.160 mm, jarak sumbu roda lebih panjang 1.340 mm, tinggi jok 765 mm, dan bobot 130–132 kg. Bagasi NMAX berkapasitas 23–24 liter dengan tangki 7,1 liter, cukup untuk kebutuhan harian dan commuting.
6. Efisiensi BBM: ISS vs VVA
Soal konsumsi bahan bakar, Honda PCX mengandalkan Idling Stop System (ISS) yang mematikan mesin otomatis saat berhenti lebih dari 3 detik. Teknologi ini efektif menghemat BBM di kondisi macet atau stop-and-go.
Yamaha NMAX menggunakan teknologi VVA yang menyesuaikan bukaan katup sesuai putaran mesin. Sistem ini menjaga keseimbangan antara efisiensi dan performa di berbagai kondisi jalan. ISS unggul di kemacetan, VVA unggul untuk kecepatan stabil dan akselerasi.
7. Harga: Sesuai Fitur dan Karakter
Harga menjadi faktor penentu akhir dalam memilih motor matic. Yamaha NMAX dibanderol mulai Rp 32 jutaan hingga Rp 36 jutaan tergantung varian dan fitur. Honda PCX 2025 berada di kisaran Rp 32–35 jutaan, dengan fokus pada kenyamanan, fitur keselamatan, dan kesan premium.
Perbedaan harga relatif tipis, sehingga pilihan lebih ditentukan oleh karakter dan kebutuhan. Jika Anda mengutamakan kenyamanan, bagasi besar, tangki lega, dan karakter berkendara halus, Honda PCX 2025 adalah pilihan ideal. Namun, jika Anda mencari sensasi berkendara lebih agresif, teknologi modern, dan karakter sporty yang kuat, Yamaha NMAX 2025—terutama varian Turbo—lebih sesuai untuk gaya hidup aktif dan dinamis.
Pada akhirnya, pilih motor matic Yamaha NMAX atau Honda PCX bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling pas dengan kebutuhan dan kepribadian Anda di jalan.
Komentar
Kirim Komentar