Pilih Saham Cuan Saat BI Sinyalkan Pelonggaran

Pilih Saham Cuan Saat BI Sinyalkan Pelonggaran

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pilih Saham Cuan Saat BI Sinyalkan Pelonggaran menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade, JAKARTA – Pada tahun 2025, BI Rate telah mengalami penurunan sebesar 125 basis poin (bps). Bank Indonesia memberikan sinyal bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan terus dilanjutkan pada tahun depan. Hal ini terlihat dari keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025 yang memutuskan untuk menahan BI Rate di tingkat 4,75%.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan bahwa beberapa saham sektoral sangat sensitif terhadap perubahan BI Rate. Sektornya meliputi properti, teknologi, infrastruktur, dan perbankan. Setiap sektor memiliki dinamika yang berbeda tergantung arah BI Rate.

Saham Sektor Properti dan Otomotif Akan Diuntungkan

Jika BI Rate turun, saham sektor properti dan otomotif menjadi "pemenang" utama. Penurunan bunga KPR/KPA akan meningkatkan daya beli masyarakat. Emiten dengan leverage (utang) tinggi akan mengalami penurunan beban bunga secara langsung, yang secara otomatis memperbaiki bottom line.

Dampak pada Sektor Perbankan

Bagi saham emiten perbankan, penurunan BI Rate akan membuat Cost of Fund (CoF) turun lebih cepat daripada penyesuaian bunga kredit. David menilai hal ini akan memperlebar net interest margin (NIM) yang menjadi sentimen positif bagi investor asing untuk kembali masuk (inflow).

Pengaruh pada Sektor Teknologi

Penurunan suku bunga dapat menurunkan tingkat diskonto (discount rate) dalam model DCF, sehingga valuasi perusahaan growth seperti GOTO atau BUKA cenderung meningkat di mata investor. Menurutnya, saham sektor teknologi sangat bergantung pada valuasi masa depan.

Peran BI Rate pada Sektor Infrastruktur/Konstruksi

Sementara itu, bagi saham sektor infrastruktur/konstruksi, penurunan bunga sebesar 25-50 bps saja akan sangat signifikan untuk mengurangi beban keuangan. Hal ini disebabkan oleh rasio utang terhadap modal (DER) yang sangat besar di sektor ini.

Skenario BI Rate Tetap atau Naik

Dalam skenario Bank Sentral mempertahankan BI Rate atau menaikkannya tahun depan, David menilai saham sektoral sensitif suku bunga akan mengalami stagnasi harga. Investor cenderung menjauh dari saham dengan beban utang tinggi karena risiko gagal bayar atau tergerusnya laba oleh biaya bunga tetap.

Pernyataan Gubernur BI

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa pihaknya tetap memberi ruang pemangkasan suku bunga lanjutan. Hal ini didasarkan pada proyeksi inflasi yang tetap rendah dan terkendali di kisaran 2,5% plus minus 1%.

“Jadi ke depan kami terus mencermati ruang penurunan suku bunga, besarnya berapa, waktunya kapan, nanti kami akan evaluasi dari setiap Foreign Direct Investment (FDI) bulanan ke bulan berikutnya. Nanti kami sampaikan,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG Desember 2025.

Performa IHSG Hari Ini

Pada hari ini, Kamis (18/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup koreksi sebesar 0,68% atau 59,15 poin ke 8.618,19. Dilihat dari kinerja sektoral, hanya indeks saham sektor keuangan (IDXFINANCE) dan sektor konsumer non-siklikal (IDXNONCYC) yang tumbuh positif, masing-masing naik 0,08% ke 1,17% dan 0,16% ke 794,55.

Namun, saham sektoral lain yang sensitif terhadap BI Rate mengalami penurunan. IDXPROPERT (properti) turun 0,67% ke 1.190,73, IDXTECHNO (teknologi) turun 2,05% ke 10.113,70, dan IDXINFRA (infrastruktur) turun 2,09% ke 2.574,44.


Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pilih Saham Cuan Saat BI Sinyalkan Pelonggaran ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar