
Penyidikan Kasus Pembunuhan Anak Pengusaha di Cilegon Terus Berlangsung
Polres Cilegon masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan anak pengusaha yang terjadi di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon. Proses penanganan perkara ini masih berada pada tahap pengumpulan dan pendalaman alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian tersebut.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyampaikan bahwa penyidik sedang menganalisis berbagai temuan di lokasi kejadian perkara (TKP) dengan pendekatan ilmiah dan berbasis bukti. Ia menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan sejumlah alat bukti di lapangan yang nantinya akan dikaitkan antara pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran.
“Sedang diolah. Saat ini kami masih mengumpulkan sejumlah alat bukti di lapangan yang nantinya akan dikaitkan antara pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran,” ujar Martua kepada awak media.
Menurutnya, proses penyelidikan masih berlangsung sehingga pihak kepolisian belum dapat menarik kesimpulan secara prematur. Meski demikian, penyidik disebut telah mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah pada identitas terduga pelaku.
“Masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.
Keterlibatan Orang Terdekat Korban Masih Didalami
Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan orang terdekat korban, Martua menyampaikan bahwa hal tersebut masih terus didalami. Ia meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Masih dalam pendalaman. Berikan waktu kepada kami, aparat kepolisian, untuk melaksanakan tugas kami,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar turut membantu proses pengungkapan kasus dengan memberikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian. “Kami juga membutuhkan dukungan informasi dari teman-teman media dan masyarakat. Jika ada informasi sekecil apa pun, silakan disampaikan kepada Satuan Reserse Kriminal,” ucapnya.
CCTV di Lokasi Kejadian Tidak Menjadi Kendala
Terkait informasi adanya kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang tidak berfungsi, Martua memastikan hal tersebut tidak menjadi kendala utama bagi penyidik.
“Enggak juga sih, enggak juga kesulitan. Meskipun CCTV di dalam rumah mati, kami insyaallah tetap bisa berupaya maksimal untuk mengungkap perkara ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses penyidikan akan terus berjalan dengan mengedepankan metode crime scene investigation (CSI), termasuk menunggu hasil otopsi korban sebagai bagian penting dalam pembuktian.
“Penyidikan tetap berjalan. Kami mohon doa agar proses ini cepat menemukan titik terang sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Pemanfaatan Teknologi dan Basis Ilmiah
Martua menegaskan, setiap temuan dan keterangan harus diuji secara ilmiah sebelum dijadikan dasar penetapan hukum. “Kalau berkaitan dengan itu, kita harus menyesuaikan dengan hasil otopsi. Tidak bisa sembarangan, karena ini bagian dari investigasi TKP,” katanya.
Pemanfaatan teknologi dan basis elektronik, lanjut Martua, menjadi kunci untuk memastikan akurasi dalam pengungkapan kasus tersebut. “Basis-basis elektronik dan ilmiah harus kita manfaatkan semaksimal mungkin,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterangan awal dari warga maupun pihak lain tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan tanpa melalui proses pengujian yang mendalam. “Kita tidak bisa hanya mengejar keterangan sesaat, tetapi harus diuji secara eksak agar proses penyidikan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Penjelasan Mengenai Luka pada Tubuh Korban
Menanggapi soal luka yang ditemukan pada tubuh korban, Kapolres menegaskan bahwa luka tersebut bukan disebabkan oleh benda tumpul. “Kalau luka tusuk, itu bukan trauma akibat benda tumpul. Trauma benda tumpul bisa saja melalui tangan atau anggota tubuh lainnya,” jelas Martua.
Komentar
Kirim Komentar