Potensi Perdagangan Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton

Potensi Perdagangan Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Potensi Perdagangan Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade,
JAKARTA — Potensi total kredit karbon Indonesia yang dapat diperdagangkan mencapai 13,4 miliar ton karbon dioksida (CO2) hingga 2050.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa nilai ekonomi dari potensi tersebut bisa mencapai Rp41,7 triliun hingga Rp127,98 triliun per tahun, tergantung pada harga karbon di pasar global.

"Jika kredit karbon ini diperdagangkan dengan harga US$5 per ton CO2, maka akan ada nilai ekonomi sekitar Rp41,7 triliun per tahun. Jika kita membuat angka yang lebih tinggi, yaitu US$15 per ton, maka nilainya bisa mencapai Rp127,98 triliun," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Aturan ini menjadi dasar ekonomi karbon Indonesia agar mencapai target komitmen iklim global atau Nationally Determined Contribution (NDC).

Raja Juli menilai bahwa sejak diluncurkannya Bursa Karbon Indonesia pada 26 September 2023 lalu, pasar karbon kini tergolong masih lesu. Maka dari itu, pihaknya tengah menyempurnakan regulasi agar pasar karbon lebih berjalan serta berkontribusi terhadap target NDC sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dia mencontohkan program reforestasi lahan kritis seluas 12 juta hektare sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB akan menjadi salah satu proyek yang dapat menghasilkan kredit karbon. Selain itu, program perhutanan sosial di lahan seluas 8,3 juta hektare juga berpotensi memberikan keuntungan ganda bagi petani hutan.

"Mereka bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pertanian di kawasan hutan, tapi saat bersamaan apa yang mereka tanam itu juga dapat karbon kreditnya," tuturnya.

Potensi tersebut akan menjadi salah satu topik pembahasan dalam rangkaian pertemuan internasional di Brasil awal November mendatang. Prabowo telah menugaskan dirinya untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) di Belém, Brasil pada 6-7 November 2025. Dalam pertemuan itu, Indonesia akan menyampaikan pernyataan nasional yang memuat posisi dan komitmen terhadap isu perubahan iklim global.

Raja Juli akan mendampingi Hashim Djojohadikusumo yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Energi. Sebelum menghadiri COP30, Raja Juli juga dijadwalkan mengikuti United for Wildlife Global Summit yang digelar Prince of Wales Foundation di Rio de Janeiro pada 4 November 2025.

Pertemuan itu akan diikuti para menteri dan pemimpin dunia untuk membahas upaya pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) dan perlindungan satwa liar. Selain menghadiri forum multilateral, pemerintah juga akan menggelar roundtable business meeting dengan calon investor hijau di São Paulo pada 8 November mendatang.

Dalam kesempatan itu, Raja Juli dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Integrity Council for Voluntary Carbon Market (ICVCM) guna memperkuat integritas pasar karbon Indonesia.

"Itu MoU juga membantu kita untuk menjaga integritas karbon kita. Jadi tidak ada carbon leaking, tidak ada green washing. Jadi kita jaga sama-sama integritas karbon kita ini sehingga harganya, apa yang dikerjakan oleh petani-petani sosial itu punya nilai ekonominya yang lebih baik. Jadi ini adalah green investment," terangnya.

Proyek Kunci untuk Menjaga Kualitas Lingkungan

Beberapa proyek utama yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia melibatkan peningkatan pengelolaan hutan dan lahan serta partisipasi masyarakat lokal. Berikut beberapa proyek penting:

  • Program Reforestasi Lahan Kritis:
  • Tujuan: Mengembalikan fungsi ekologis lahan kritis yang telah rusak.
  • Luas: 12 juta hektare.
  • Manfaat: Menciptakan kredit karbon sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

  • Perhutanan Sosial:

  • Tujuan: Memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
  • Luas: 8,3 juta hektare.
  • Manfaat: Meningkatkan pendapatan petani sambil menjaga keberlanjutan lingkungan.

  • Bursa Karbon Indonesia:

  • Tujuan: Menjadi wadah perdagangan kredit karbon yang transparan dan akuntabel.
  • Saat ini: Masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian regulasi.

Kemitraan Internasional untuk Meningkatkan Kredibilitas

Selain proyek domestik, pemerintah Indonesia juga aktif dalam menjalin kerja sama internasional untuk memperkuat sistem karbon nasional. Beberapa kemitraan penting termasuk:

  • MoU dengan Integrity Council for Voluntary Carbon Market (ICVCM):
  • Tujuan: Memastikan kualitas dan kredibilitas kredit karbon yang dihasilkan.
  • Manfaat: Mencegah praktik carbon leaking dan green washing.

  • Partisipasi dalam COP30 dan Forum Internasional Lainnya:

  • Tujuan: Menyampaikan posisi Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
  • Manfaat: Meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam isu lingkungan global.

Masa Depan Pasar Karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari strategi ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan peningkatan regulasi, partisipasi masyarakat, dan kemitraan internasional, Indonesia berharap dapat memaksimalkan nilai ekonomi dari kredit karbon sambil tetap menjaga kualitas lingkungan.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan terus memperkuat sistem karbon nasional melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi lintas sektor. Dengan langkah-langkah ini, harapan besar diarahkan pada pencapaian target NDC dan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan global.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Potensi Perdagangan Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar