Potensi Perdagangan Karbon RI Capai Rp 41,7 Triliun Tahun Ini, Brasil Tertarik Beli

Potensi Perdagangan Karbon RI Capai Rp 41,7 Triliun Tahun Ini, Brasil Tertarik Beli

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Potensi Perdagangan Karbon RI Capai Rp 41,7 Triliun Tahun Ini, Brasil Tertarik Beli menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Potensi Perdagangan Karbon Indonesia yang Menggiurkan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa potensi perdagangan karbon di Indonesia mencapai sebesar Rp 41,7 triliun per tahun. Angka ini dihitung berdasarkan penjualan sebanyak 13,4 miliar ton CO2 ekuivalen dengan harga sebesar 5 dolar AS per ton.

"Jadi potensinya ya, yang untuk sekarang ya, 13,4 miliar ton CO2 ekuivalen. Itu dari sektor kehutanan. Kalau ini diperdagangkan di 5 dolar ya, dengan potensi itu, maka akan ada potensi nilai ekonominya Rp 41,7 triliun per tahun," ujar Raja Juli Antoni saat berbicara di Kantor Kemenhut, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan bahwa jika harga dinaikkan menjadi 15 dolar AS per ton, nilai ekonomi bisa mencapai Rp 127,98 triliun. "Kualitas karbon yang baik bisa mendorong harga perdagangan lebih tinggi," tambahnya.

Kerja Sama dengan Brasil dan Penandatanganan MoU

Raja Juli mengungkapkan bahwa pada tanggal 8 November 2025, ia akan bertemu dengan calon pembeli dari Brasil di Sao Paulo. Pertemuan tersebut akan melibatkan konsorsium pembeli dan diskusi bisnis dengan investor-investor yang tertarik pada investasi hijau.

Hari yang sama, Menteri Kehutanan juga menandatangani nota kesepahaman antara Indonesia dengan Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM). Tujuan dari MoU ini adalah menjaga kualitas karbon, mencegah kebocoran karbon, dan menghindari green washing.

"Jadi enggak ada carbon leaking (kebocoran karbon), enggak ada green washing, jadi kita jaga sama-sama jaga integritas karbon kita ini. Sehingga harganya lebih baik. Ini adalah green investment, green growth," jelas Raja Juli.

Perkembangan Perdagangan Karbon di Indonesia

Sebelumnya, perdagangan karbon di Indonesia sempat sepi peminat karena kurangnya kepercayaan investor. Namun, Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 memungkinkan perdagangan karbon secara sukarela.

Aturan ini mengakui unit karbon non-SPE GRK (Sertifikat Pengurang Emisi-Gas Rumah Kaca) yang mengikuti standar internasional seperti Verra dan Gold Standard. Pengakuan ini memungkinkan unit atau kredit karbon diperdagangkan di pasar domestik maupun internasional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, hingga September 2025 total volume transaksi baru mencapai 1.606.056 ton CO2 ekuivalen dengan nilai sebesar Rp 78,46 miliar.

Prospek Perdagangan Karbon di Masa Depan

Perdagangan karbon di Indonesia memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Dengan adanya regulasi yang mendukung dan kerja sama internasional, potensi ekonomi dari sektor ini dapat terus berkembang.

Selain itu, kepercayaan investor terhadap kualitas karbon Indonesia semakin meningkat, terutama setelah adanya langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjaga integritas dan kualitas karbon.

Dengan harga yang terus meningkat dan permintaan yang stabil, perdagangan karbon diharapkan menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Tantangan dan Peluang

Meskipun potensi besar, beberapa tantangan masih harus dihadapi. Misalnya, pengelolaan karbon yang efisien dan transparan, serta pengawasan terhadap praktik-praktik yang tidak sesuai dengan standar internasional.

Namun, dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif dari sektor swasta, peluang untuk memaksimalkan potensi perdagangan karbon di Indonesia sangat besar.

Dengan dukungan yang tepat, Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang menjadi pusat perdagangan karbon di kawasan Asia Tenggara.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Potensi Perdagangan Karbon RI Capai Rp 41,7 Triliun Tahun Ini, Brasil Tertarik Beli ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar