
aiotrade,
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu pencapaian utama selama tahun pertama pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah penghapusan kredit macet bagi sektor wong cilik. Kebijakan ini mencakup para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kebijakan penghapusan piutang tersebut telah diterapkan sejak awal Januari 2025. Pada tahap awal, sekitar 67.000 debitur UMKM mendapatkan penghapusan kredit dengan total nilai mencapai Rp2,4 triliun. Penghapusan dilakukan pada kredit macet yang ada di bank-bank milik negara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Dalam pidatonya dalam Pidato Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (20/10/2025), yang bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pengampunan terhadap utang lama bagi para petani dan nelayan.
Sebagai informasi, kebijakan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan serta sektor UMKM lainnya.
Para kreditur yang kredit macetnya dihapus dapat kembali mengakses pembiayaan perbankan untuk mengembangkan usaha mereka. Sebelumnya, mereka terkendala karena kredit bermasalah.
Langkah ini terutama ditujukan pada UMKM di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang terdampak oleh bencana alam, gempa bumi, maupun pandemi Covid-19. Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk memulihkan kemampuan usaha kelompok produktif kecil dan menengah yang mengalami kesulitan membayar pinjaman.
Mekanisme penghapusan dilakukan setelah melalui tahap hapus buku, yakni proses administratif di mana piutang macet tidak lagi dicatat sebagai aset produktif perbankan.
Hingga kini, proses hapus buku terhadap sekitar 1 juta pelaku UMKM di berbagai daerah telah diselesaikan. Ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional yang berfokus pada pemberdayaan sektor usaha rakyat.
Menurut Presiden Prabowo, kebijakan penghapusan kredit macet ini diharapkan menjadi dorongan baru bagi pelaku usaha produktif di sektor riil.
"Kami tentunya berdoa bahwa seluruh petani, nelayan, dan UMKM di seluruh Indonesia dapat bekerja dengan ketenangan, dengan semangat, dan dengan keyakinan bahwa rakyat Indonesia menghormati dan menghargai para produsen pangan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara,” ujar Prabowo.
Komentar
Kirim Komentar