Prediksi Bramantyo: Krisis Kemanusiaan, Geopolitik, dan Dampak AI Jadi Tantangan Global 2026

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Prediksi Bramantyo: Krisis Kemanusiaan, Geopolitik, dan Dampak AI Jadi Tantangan Global 2026, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Prediksi Bramantyo: Krisis Kemanusiaan, Geopolitik, dan Dampak AI Jadi Tantangan Global 2026

Tantangan Global Tahun 2026 dan Peran Diplomasi Parlemen

Menurut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo, tantangan global untuk tahun 2026 diprediksi akan berpusat pada meningkatnya krisis kemanusiaan akibat bencana iklim seperti banjir dan kelaparan, serta konflik yang semakin sering terjadi. Selain itu, ketidakstabilan geopolitik antara AS-Tiongkok dan di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan semakin dalam. Sementara itu, sistem multilateral mengalami melemahan, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta dampaknya, terutama pada aspek sosial ekonomi, semakin cepat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bramantyo saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Pakuan Bogor dalam rangka diseminasi capaian diplomasi parlemen DPR RI. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat yang diperjuangkan di panggung politik global melalui diplomasi perlu diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk parlemen.

Dalam paparannya di hadapan Civitas Akademika Universitas Pakuan, Politisi muda dari Partai Demokrat tersebut menjelaskan bahwa diplomasi parlemen mulai mengemuka pada akhir abad ke-19, terutama sejak tahun 1889 dengan didirikannya Inter-Parliamentary Union (IPU), organisasi parlemen internasional pertama. IPU diprakarsai oleh Prancis untuk mempromosikan dialog antar wakil rakyat dunia. Seiring waktu, diplomasi parlemen terus berkembang pesat sebagai bagian dari diplomasi multi-jalur (multi-track diplomacy) di era modern.

Bramantyo Suwondo juga menjelaskan bahwa dalam konteks Indonesia, diplomasi parlemen dilakukan untuk memperkuat diplomasi negara dalam mencapai kepentingan nasional. Hal ini sejalan dengan Pasal 69 Ayat 1 dan 2 UU 17 tahun 2014 tentang MD3, yang menekankan pada fungsi tambahan DPR RI. Selain fungsi-fungsi tradisional seperti legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPR juga bertugas untuk mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan Politik Luar Negeri.

Menurutnya, diplomasi parlemen memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan diplomasi yang dijalankan oleh eksekutif. Karena tidak terikat pada aturan protokoler yang ketat, diplomasi parlemen cenderung lebih fleksibel dan menciptakan ruang diskusi yang lebih luas.

Lebih jauh, Bramantyo Suwondo menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi diplomasi parlemen ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan tugas-tugas BKSAP, serta untuk menyerap masukan-masukan dari akademisi agar dapat menguatkan diplomasi parlemen BKSAP ke depan.

Pentingnya Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. Hj. Eri Sarimanah, menyambut baik kegiatan diseminasi capaian diplomasi parlemen yang dilaksanakan oleh BKSAP. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai sarana untuk berdiskusi mengenai sumbangsih pemikiran dari civitas akademika untuk memperkuat narasi yang nantinya akan dibawa oleh BKSAP sebagai pelaksana diplomasi parlemen.

Pihaknya juga mendorong adanya kerja sama yang lebih konkret kedepan antara BKSAP dengan Universitas Pakuan, baik dalam konteks riset dan kajian kebijakan, maupun kesempatan magang bagi mahasiswa Universitas Pakuan.

Kegiatan diseminasi capaian diplomasi parlemen BKSAP DPR RI ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua BKSAP dari Fraksi PDI-P, Irine Yusiana Roba Putri dan Anggota BKSAP dari Fraksi Gerindra, Himmatul Aliyah.

Masa Depan Diplomasi Parlemen

Diplomasi parlemen memiliki peran strategis dalam membangun hubungan internasional yang lebih baik. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan masyarakat, diplomasi parlemen dapat menjadi alat yang efektif dalam mencapai tujuan nasional dan global. Dengan kolaborasi yang kuat, BKSAP dan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Pakuan dapat bersama-sama menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan-tantangan global yang semakin kompleks.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar