PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mencatat pertumbuhan premi reasuransi sebesar 2% secara tahunan (year on year/YoY) hingga kuartal III-2025. Nilai premi yang tercatat mencapai Rp 2,7 triliun. Corporate Secretary Tugure, Eko Susanto, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan internal, pertumbuhan premi reasuransi nasional pada periode yang sama hanya mencapai 2,64% YoY. Angka ini jauh di bawah proyeksi awal sebesar 6%-7%.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebagai bagian dari ekosistem perasuransian nasional, Tugure turut merasakan dampak perlambatan tersebut. Namun, perusahaan tetap menjaga fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan manajemen risiko yang efektif serta strategi underwriting yang prudent.
Eko menuturkan, perlambatan premi juga dipengaruhi oleh masih terbatasnya ekspansi bisnis mitra usaha di tengah pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, Tugure berhasil menjaga profitabilitas. Hingga akhir September 2025, perusahaan mencatat hasil underwriting positif sebesar Rp 62 miliar dan laba bersih sebesar Rp 150 miliar, tumbuh 76% secara tahunan.
Kami fokus menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, optimalisasi hasil investasi, serta peningkatan kualitas layanan bagi mitra usaha, tambah Eko.
Menatap akhir tahun, Tugure optimistis menargetkan pertumbuhan premi reasuransi bruto sebesar 6%-7% YoY. Hal ini sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkirakan pertumbuhan industri asuransi dan reasuransi nasional di kisaran 7%-8%.
Lebih lanjut, Tugure juga memperkuat pengembangan layanan berbasis teknologi informasi serta menyiapkan strategi konservatif untuk menghadapi potensi softening market pada 2026.
Dengan manajemen risiko yang kuat dan kondisi keuangan yang solid, kami optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja positif, tutup Eko.
Strategi yang Diterapkan Tugure
Berikut beberapa strategi yang diterapkan oleh Tugure dalam menjaga kinerja perusahaan:
-
Manajemen Risiko yang Efektif
Tugure telah menerapkan sistem manajemen risiko yang ketat untuk mengurangi potensi kerugian dan menjaga stabilitas keuangan perusahaan. -
Strategi Underwriting yang Prudent
Perusahaan memastikan bahwa setiap kebijakan underwriting dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan standar industri. -
Efisiensi Operasional
Tugure berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional agar biaya operasional tidak memberatkan kinerja keuangan. -
Optimalisasi Hasil Investasi
Perusahaan melakukan analisis mendalam terhadap portofolio investasi untuk memastikan keuntungan maksimal. -
Peningkatan Kualitas Layanan
Tugure terus meningkatkan kualitas layanan kepada mitra usaha guna mempertahankan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun Tugure berhasil menjaga kinerja keuangan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi:
-
Perlambatan Pertumbuhan Premi
Pertumbuhan premi reasuransi nasional hanya mencapai 2,64% YoY, jauh di bawah ekspektasi awal. -
Pemulihan Ekonomi yang Belum Stabil
Pemulihan ekonomi yang tidak sepenuhnya stabil memengaruhi ekspansi bisnis mitra usaha. -
Potensi Softening Market di 2026
Tugure memprediksi kemungkinan adanya softening market pada tahun depan, sehingga perlu persiapan strategis.
Harapan untuk Tahun 2025
Tugure memiliki harapan tinggi untuk menutup tahun 2025 dengan kinerja positif. Target pertumbuhan premi reasuransi bruto sebesar 6%-7% YoY menjadi salah satu indikator utama. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur teknologi dan strategi keuangan agar siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dengan pendekatan yang matang dan komitmen terhadap keberlanjutan, Tugure percaya diri untuk mencapai target dan tetap menjadi bagian penting dari industri asuransi dan reasuransi nasional.
Komentar
Kirim Komentar