Purbaya Bocorkan Programer Coretax yang Lulusan SMA

Purbaya Bocorkan Programer Coretax yang Lulusan SMA

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Purbaya Bocorkan Programer Coretax yang Lulusan SMA yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Masalah yang Menghambat Proyek Sistem Pajak Nasional Coretax

Proyek sistem pajak nasional Coretax, yang dijalankan oleh konsorsium LG CNS-Qualysoft, baru-baru ini menghadapi berbagai tantangan serius. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan temuan mengejutkan terkait kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak asing dalam proyek ini.

Menurut Purbaya, beberapa bagian dari kode pemrograman yang dibuat oleh tim LG tidak memenuhi standar profesional. Bahkan, ia menyebut bahwa sebagian besar programmer yang terlibat dalam proyek ini diduga merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA). Hal ini membuatnya merasa bahwa Indonesia sering kali dikibuli oleh pihak asing.

"Komentarnya lucu deh, begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA'," ujar Purbaya saat berbicara di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.

Kualitas Kerja yang Mengecewakan

Purbaya menilai bahwa hasil kerja dari perusahaan sekelas LG sangat jauh dari harapan. Ia menyebut bahwa para programmer yang ditugaskan untuk mengerjakan sistem Coretax tidak memiliki kemampuan yang memadai. Hal ini menimbulkan banyak masalah teknis, seperti kesulitan dalam login, timeout, dan gangguan pada proses upload data.

"Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya. Jadi ya Indonesia sering dikibuli asing. Begitu asing wah, apalagi K-pop, wah K-pop nih, tapi di bidang programmer beda ya, di K-pop, di film sama di nyanyi dan program beda," jelas dia.

Masalah-masalah ini memengaruhi efisiensi dan keandalan sistem Coretax. Beberapa pengguna melaporkan adanya kendala seperti halaman yang tidak bisa diakses atau session yang sering bermigrasi ke halaman lain. Meskipun beberapa masalah telah diperbaiki, masih ada tantangan yang harus diatasi.

Tantangan dalam Penyelesaian Proyek

Selain masalah teknis, Purbaya juga mengkritik target penyelesaian proyek yang terlalu lama. Ia menyatakan bahwa perbaikan sistem tidak berjalan sesuai rencana, terutama karena keterlambatan dalam penyelesaian sistem oleh pihak LG.

"Sesuai dengan target awal kita ya, target awal anak buah saya sih, karena depan bisa diberesin, tengah bisa diberesin, yang di bawah yang di LG enggak bisa," ujar Purbaya.

Ia menilai bahwa kegagalan dalam menyelesaikan proyek ini disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang kurang memadai. Hal ini memicu rencana untuk memutus kontrak dengan LG dan memperkuat kapasitas tenaga lokal dalam pengelolaan sistem.

Langkah Menuju Pengelolaan Lokal

Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan lebih memprioritaskan pengelolaan sistem Coretax oleh tenaga dalam negeri. Ia percaya bahwa kemampuan teknologi informasi di Indonesia sudah cukup baik dan dapat digunakan secara optimal.

"Adanya ketergantungan pada pihak asing, nanti ke depan akan kita putus, apalagi kalau kualitas jelek seperti itu. Jadi, pada dasarnya, orang Indonesia punya kemampuan, dan kita akan memanfaatkan itu dengan serius ke depan," tegasnya.

Meski sistem Coretax belum sempurna, Purbaya tetap yakin bahwa ada kemajuan signifikan yang telah dicapai. Ia optimis bahwa dengan pemberian akses penuh kepada pemerintah, proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.

"Mungkin dari Coretax belum sempurna, tapi ada kemajuan yang signifikan sekali. Saya yakin begitu kodenya dikasih ke kita, dan kita bisa rubah sendiri, itu akan cepat diberesin," tambahnya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar