Laporan Viral Mengenai Oknum Bea Cukai di Starbucks Memicu Respons Cepat Menteri Keuangan
Sebuah laporan publik mengenai oknum yang menggunakan seragam Bea Cukai dan diduga nongkrong di sebuah kedai kopi viral di media sosial. Laporan ini langsung mendapat respons cepat dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan bahwa integritas dan transparansi adalah prioritas utama dalam pemerintahan keuangan negara.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa ada orang berseragam Bea dan Cukai yang sering berada di Starbucks, membahas topik seperti "bisnis aset" dengan nada tinggi dan bahkan mengganggu pengunjung lain. Informasi ini cepat menyebar dan memicu spekulasi publik tentang apakah pegawai Bea dan Cukai benar-benar menjadikan tempat kopi sebagai lokasi rapat bisnis.
Mendengar laporan tersebut, Purbaya tidak diam. Ia segera bertindak dengan memerintahkan tim investigasi Kemenkeu untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dilaporkan. Tim tersebut melakukan penelusuran rekaman CCTV, mencocokkan wajah, hingga memverifikasi identitas para individu yang terlibat.
Hasilnya justru mengejutkan: orang yang diduga merupakan pegawai Bea dan Cukai bukanlah anggota dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sama sekali. Hal ini diperkuat oleh bukti rekaman yang ditunjukkan oleh Purbaya kepada wartawan.

Dari Laporan Publik ke Aksi Nyata
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang dikirim melalui kanal Lapor Pak Purbaya pada 15 Oktober 2025. Dalam laporannya, pelapor mengaku sering melihat beberapa orang berseragam Bea dan Cukai berbincang di kedai kopi tentang “aset dan kiriman mobil”, seolah membahas bisnis pribadi.
Purbaya merasa kecewa dengan isi laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa meskipun pihaknya telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan transparansi, masih ada oknum yang menganggap hal ini sebagai hal yang tidak serius.
Namun, setelah fakta terbuka, Purbaya tidak berhenti di situ. Ia menegaskan pentingnya laporan publik seperti ini untuk memperkuat budaya transparansi di instansinya. Baginya, setiap laporan harus mendapat tindak lanjut yang serius.
“Pegawai yang terbukti melanggar, langsung diberhentikan,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Kopi
Meski kasus “Starbucks” itu berakhir dengan klarifikasi, bagi Purbaya, maknanya jauh lebih besar. Ini bukan soal nongkrong atau secangkir kopi, tapi soal kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan negara.
Di tengah era digital yang serba cepat, reputasi bisa rusak hanya karena satu laporan viral. Karena itu, Purbaya ingin memastikan Kemenkeu hadir dengan respons cepat dan jujur.
Setelah semuanya jelas, Purbaya terlihat lebih tenang. Ia ingin membuktikan bahwa Lapor Pak Purbaya bukan sekadar formalitas, tapi alat nyata untuk menjaga integritas.
“Bukan orang Bea Cukai ternyata,” ujarnya dengan nada ringan. Namun di balik kalimat sederhana itu, tersimpan pesan tegas: setiap laporan akan ditelusuri, setiap kebenaran akan dicari bahkan jika tersembunyi di balik secangkir kopi.
Komentar
Kirim Komentar