
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ketergantungan Pemerintah pada Pihak Asing dalam Sistem Perpajakan Coretax
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ketergantungan pemerintah terhadap pihak asing dalam pengelolaan sistem administrasi perpajakan Coretax perlu segera dihentikan. Hal ini disampaikannya setelah dilakukannya evaluasi terhadap sistem yang bernilai Rp 1.228 triliun yang dikembangkan oleh konsorsium LG CNS-Qualysoft.
Menurut Purbaya, kualitas pekerjaan dari konsorsium asal Korea Selatan tersebut jauh dari standar profesional. Ia menyoroti bahwa programmer yang ditugaskan untuk menggarap Coretax diduga merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).
"Komentarnya lucu deh, begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, 'wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA'," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
Masalah yang sering muncul di Coretax antara lain tidak bisa login, timeout, blank, hingga session nyasar ke halaman lain. Meski sejumlah kendala sudah diperbaiki, Purbaya menilai perbaikan sistem yang dilakukan LG masih jauh dari harapan.
"Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya. Jadi ya Indonesia sering dikibuli asing," ujarnya.
Dalam evaluasinya, Purbaya menyampaikan empat poin perbaikan utama: penyelesaian problem kritis, perbaikan aplikasi, pemutakhiran keamanan dan infrastruktur, serta perbaikan nonteknis.
Dari sisi problem teknis, sejumlah kendala pengguna seperti e-faktur dan e-bupot kini sudah banyak teratasi.
"Problem teknis yang selama ini sering dialami pengguna sehingga tidak bisa bekerja sudah cukup banyak teratasi, sesuai target awal," kata Purbaya, Jumat (24/10/2025).
Namun, perbaikan menyeluruh sistem yang dibangun selama empat tahun memerlukan waktu lebih dari satu bulan. Purbaya menegaskan, perbaikan saat ini bersifat sementara dan difokuskan untuk pengguna aktif yang sangat tergantung Coretax.
Dari sisi keamanan dan infrastruktur, sistem sudah memadai namun perlu disederhanakan dan diperbarui dengan teknologi terbaru.
Purbaya menambahkan, pemerintah ke depan akan memperkuat tim teknologi informasi lokal agar pengelolaan Coretax bisa sepenuhnya dikerjakan tenaga Indonesia.
"Adanya ketergantungan pada pihak asing, nanti ke depan akan kita putus, apalagi kalau kualitas jelek seperti itu. Jadi, pada dasarnya, orang Indonesia punya kemampuan, dan kita akan memanfaatkan itu dengan serius ke depan," tegasnya.
Penilaian dari Ahli
Manajer Riset Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai, sejak awal peluncuran 1 Januari 2025, performa Coretax memang dinilai lamban dan tidak stabil. Pergantian pejabat di Kemenkeu maupun Direktorat Jenderal Pajak belum membawa perubahan signifikan.
"Dirjennya sudah ganti, Menterinya sudah ganti, tapi masalahnya tidak ganti-ganti," ujar Fajry.
Meski begitu, Purbaya menyatakan ada kemajuan signifikan. Ia yakin begitu kode sistem sepenuhnya berada di tangan pemerintah, proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. Purbaya bahkan mempertimbangkan untuk memutus kontrak dengan LG dan memaksimalkan kemampuan pengembang lokal.
Tindakan yang Diperlukan
Beberapa langkah yang diperlukan untuk memperbaiki sistem Coretax meliputi:
- Perbaikan Teknis: Memastikan semua masalah teknis yang sering dialami pengguna seperti e-faktur dan e-bupot telah terselesaikan.
- Pemutakhiran Keamanan dan Infrastruktur: Sistem harus diperbarui dengan teknologi terbaru dan disederhanakan agar lebih efisien.
- Penguatan Tim Lokal: Memperkuat tim teknologi informasi lokal agar dapat mengelola sistem secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak asing.
- Evaluasi Kontrak dengan LG: Meninjau kembali kontrak dengan LG CNS-Qualysoft dan mempertimbangkan opsi untuk beralih ke pengembang lokal jika diperlukan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Coretax dapat berjalan lebih baik dan memenuhi harapan pemerintah serta masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar