Rakor BUMDes 2025: Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Kuningan

Rakor BUMDes 2025: Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Kuningan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Rakor BUMDes 2025: Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Kuningan menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Rakor BUMDes 2025: Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Kuningan

Peran BUMDes dalam Penguatan Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa dan pilar ketahanan pangan. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) BUMDes se-Kabupaten Kuningan Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Rabu (22/10/2025), dengan tema “Memperkuat Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan.” Giat tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Pj Sekda Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., serta perwakilan bank bjb Kuningan dan jajaran pimpinan perangkat daerah. Seluruh Direktur BUMDes dari 376 desa di Kuningan juga ikut ambil bagian dalam forum strategis tersebut.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Transformasi BUMDes Menuju Profesionalisme dan Inovasi

Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya transformasi BUMDes agar lebih profesional, inovatif, dan berdaya saing. Ia menyatakan bahwa BUMDes harus naik kelas, kompetitif, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi desa. “Para Direktur BUMDes ini adalah orang-orang pilihan yang saya percayai membawa perubahan nyata,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa visi Kuningan Melesat harus beriringan dengan pembangunan berbasis desa, terutama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Berbicara ketahanan pangan berarti berbicara tentang desa. Saya ingin BUMDes menjadi motor ekonomi, mampu menggerakkan potensi lokal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Capaian Positif BUMDes di Kuningan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kuningan, Dr. Mohamad Budi Alimudin, melaporkan berbagai capaian positif BUMDes di wilayahnya. Dua contoh sukses datang dari BUMDes Jagara dan BUMDes Kaduela yang telah berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). “BUMDes Jagara berhasil menyumbang PAD Rp548 juta dan Kaduela Rp500 juta. Bahkan, di Desa Jagara sebanyak 120 warga sudah melepas kartu bansos karena ekonominya mandiri. Ini bukti nyata bahwa BUMDes mampu mengubah kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Program Strategis Daerah

Wakil Bupati Tuti Andriani memberikan apresiasi terhadap peran BUMDes yang inovatif dan menyerukan kolaborasi lebih luas dengan program-program strategis daerah. “Saya berharap BUMDes dapat bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur SPPG untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan lokal. Ini langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” katanya.

Dukungan dari Bank BJB

Dukungan juga datang dari bank bjb Kuningan yang berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui layanan keuangan inklusif. “Kami siap mendukung BUMDes lewat pembiayaan yang tepat sasaran dan layanan digital seperti Laku Pandai serta BJB Digi, agar akses perbankan semakin mudah bagi masyarakat desa,” jelas Jonathan, Direktur bank bjb Kuningan.

BUMDes sebagai Kunci Rantai Nilai Ketahanan Pangan

Sementara itu, Pj Sekda Kuningan Dr. Wahyu Hidayah menegaskan bahwa BUMDes bukan sekadar lembaga ekonomi desa, tetapi juga penopang utama sistem ketahanan pangan daerah. “Kami memiliki Gapoktan yang bisa bersinergi dengan BUMDes dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Lewat program Bank Pupuk Desa yang diinisiasi Bupati, setiap BUMDes bisa berperan dalam distribusi pupuk dengan nilai Rp2 juta per unit usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, BUMDes harus bertransformasi menjadi lembaga wirausaha sejati. “Direktur BUMDes sejati adalah entrepreneur desa, bukan pengelola bantuan. Cara berpikirnya harus berubah dari bantuan desa menjadi bisnis desa yang berorientasi keuntungan dan berkelanjutan,” tegas Wahyu.

Kebijakan Baru untuk Mendukung BUMDes

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kebijakan baru agar setiap dapur MBG (Menuju Balita Gizi Baik) memanfaatkan bahan pangan lokal yang diproduksi oleh BUMDes. “Sayur, beras, dan bahan pokok lainnya harus dipasok oleh BUMDes dari wilayahnya sendiri. Dengan begitu, perputaran ekonomi tetap di desa, dan kesejahteraan masyarakat ikut tumbuh,” tutur Wahyu.

Kesimpulan

Menutup rapat koordinasi, Wahyu mengajak seluruh elemen desa untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Kekuatan Kuningan ada di desa. Bila BUMDes, Gapoktan, koperasi, dan dapur MBG bersatu, maka ketahanan pangan berkelanjutan bukan lagi cita-cita, tapi kenyataan,” pungkasnya.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekonomi desa berbasis kolaborasi dan kemandirian. Dengan dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat desa, BUMDes diharapkan menjadi pilar utama ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kuningan yang berkelanjutan.


Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Rakor BUMDes 2025: Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Kuningan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar