Ramai Narasi Hemat Tak Bikin Kaya, Perencana Keuangan: Hadapi Masa Depan dengan Lebih dari Menabung

Ramai Narasi Hemat Tak Bikin Kaya, Perencana Keuangan: Hadapi Masa Depan dengan Lebih dari Menabung

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Ramai Narasi Hemat Tak Bikin Kaya, Perencana Keuangan: Hadapi Masa Depan dengan Lebih dari Menabung menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Gaya Hidup Hemat Tidak Cukup untuk Menjadi Kaya?

Gaya hidup hemat atau frugal living kini sedang menjadi topik yang ramai dibicarakan di media sosial. Konsep ini menekankan pentingnya memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, serta memanfaatkan uang dan sumber daya secara efisien. Seperti pepatah yang mengatakan "hemat pangkal kaya", banyak orang percaya bahwa gaya hidup ini bisa membawa seseorang menjadi kaya.

Namun, tidak semua orang setuju dengan pandangan tersebut. Seorang warganet di Instagram menyampaikan pendapatnya bahwa gaya hidup hemat di Indonesia tidak cukup untuk membuat seseorang menjadi kaya. Ia menilai bahwa gaya hidup ini tidak mampu melawan tekanan ekonomi seperti inflasi.

"Frugal living di Indo? BIG NO. Mau sehemat apapun lu gak akan bisa lawan inflasi. Daripada menderita, mending cari income tambahan," tulis akun @ru**** pada Selasa (30/9/2025). Pertanyaannya, benarkah hidup hemat saja tidak cukup untuk menjadi kaya, dan apa langkah yang seharusnya dilakukan?

Perbedaan Mindset 'Kaya'

Perencana Keuangan Andi Nugroho menyetujui pendapat bahwa uang tabungan akan tergerus oleh inflasi. Ia juga sepakat bahwa seseorang perlu memiliki pemasukan tambahan untuk bisa melawan inflasi.

"Mengenai uang tabungan kita yang akan tergerus daya belinya oleh inflasi saya setuju. Demikian pula dengan pendapat untuk melawan inflasi kita harus mendapatkan income yang lebih besar lagi saya juga setuju," kata Andi ketika dihubungi pada Sabtu (25/10/2025).

Namun, Andi meragukan pendapat bahwa gaya hidup hemat tidak cukup untuk menjadi kaya di Indonesia. Ia menilai bahwa perlu penjelasan lebih lanjut dari si pemilik akun, termasuk riset dan survei yang telah dilakukan.

"Selain itu, mindset 'kaya' sendiri bagi tiap orang ukurannya bisa sangat berbeda, tergantung pada pemahaman dan nilai-nilai yang dianut oleh tiap individu," ungkapnya.

Menambah Pemasukan dan Investasi

Andi juga menjelaskan bahwa untuk menjadi kaya tidak cukup hanya dengan menabung. Hal ini disebabkan adanya inflasi yang membuat nilai tabungan tergerus.

"Kalau punya uang tabungan 100 juta didiamkan selama 20 tahun dan 20 tahun kemudian nilai realnya cuman 33 juta saja secara teori memang berpotensi terjadi seperti itu karena tergerus inflasi," ujarnya.

Maka dari itu, ia menyarankan agar seseorang tidak hanya berhemat, tetapi juga menambah pemasukan (income). Selain itu, Andi menyarankan untuk belajar investasi agar uang yang sudah didapatkan bisa memberikan imbal hasil yang mampu melampaui angka inflasi.

"Karena sebanyak apapun penghasilan kita, kalau pengeluarannya juga makin banyak maka tujuan finansial kita seperti menjadi kaya tadi akan susah tercapai," pungkasnya.

Era Inflasi Rendah di Indonesia

Dihubungi secara terpisah, Pengamat Ekonomi Wijayanto Samirin mengatakan bahwa gaya hidup hemat akan membuat hidup seseorang berkecukupan. Jika seseorang ingin kaya, Wijayanto menilai bahwa tidak cukup hanya dengan menggantungkan pola hidup hemat.

"Tetapi juga harus melakukan terobosan untuk memaksimalkan pendapatan, salah satunya dengan berinvestasi," kata Wijayanto ketika dihubungi pada Jumat (24/10/2025).

Namun, apabila seseorang ingin menerapkan gaya hidup hemat, Wijayanto mengatakan hal itu tidak akan terlalu memberatkan sebab era inflasi Indonesia yang sedang rendah. "Indonesia memasuki era inflasi rendah, sekitar 2-3 persen. Ini tidak terlalu membebani mereka yang ingin hidup berkecukupan dengan cara frugal living," kata Wijayanto.

Kesimpulan

Gaya hidup hemat memang bisa membantu seseorang hidup lebih efisien dan berkecukupan. Namun, untuk menjadi kaya, diperlukan strategi yang lebih kompleks. Termasuk dalam hal menambah pemasukan dan melakukan investasi yang tepat. Dengan memahami kondisi ekonomi saat ini, seperti inflasi yang relatif rendah, seseorang dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Ramai Narasi Hemat Tak Bikin Kaya, Perencana Keuangan: Hadapi Masa Depan dengan Lebih dari Menabung ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar