
Renungan Katolik: Jiwaku Memuliakan Tuhan
Renungan Katolik hari Senin biasa khusus Adven, dengan warna liturgi ungu, mengajak kita untuk merenungkan makna dari kata-kata "Jiwaku memuliakan Tuhan." Renungan ini disiapkan oleh Pastor John Lewar, SVD, dan dapat ditemukan di bagian akhir artikel ini.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada hari ini, tanggal 22 Desember, kita juga merayakan Hari Ibu di Indonesia. Peringatan Hari Ibu ini berawal dari peristiwa sejarah, yaitu penyelenggaraan Kongres Perempuan I pada 22-25 Desember 1928. Tanggal tersebut dipilih sebagai peringatan Hari Ibu dan diresmikan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden RI No. 316 Tahun 1953. Kita menyampaikan selamat kepada para ibu, semoga menjadi ibu yang beribadah, gembira, dan bahagia.
Bacaan Liturgi
Bacaan Pertama:
1 Samuel 1:24-28
Hana bersyukur atas kelahiran Samuel. Setelah Samuel disapih, ia dibawa ke rumah Tuhan di Silo. Hana menyerahkan Samuel kepada Eli dan berkata, “Aku menyerahkan anak ini kepada Tuhan.”
Mazmur Tanggapan:
1 Samuel 2:1.4-5.6-7.8abcd
Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.
Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
Bait Pengantar Injil:
Ref. Alleluya.
O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kaubentuk dari tanah.
Bacaan Injil:
Lukas 1:46-56
"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku."
Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.”
Renungan Harian Katolik
Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Pada hari ini, kita merayakan Hari Ibu. Maria adalah contoh seorang ibu yang beribadah. Dalam Injil hari ini, ketika Maria berada di rumah Elisabet, ia langsung berdoa Magnificat. Kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan (ay. 46).”
Perhatikan awal Kidung Pujian Maria ini. Ia berkata jujur. Ia memuliakan Tuhan dengan jiwanya, bukan hanya dengan bibirnya. Firman Tuhan, “Bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku (Yes 29:13).”
Dalam Magnificat itu, Maria melanjutkan, “dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.” Hati Maria diliputi kegembiraan karena dia mengakui Allah sebagai Juruselamatnya. Alasan lain, karena Allah telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Maria sadar bahwa di hadapan Allah, ia tidak lebih dari seorang hamba; ia adalah suatu ciptaan yang tak berarti.
Singkatnya, dari segi manusia, Maria tidak berarti. Akan tetapi, justru Allah telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya ini. Allah telah mengangkat Maria dari posisinya yang tak berarti, tak diperhatikan dan Allah telah mengangkat martabatnya serta memperhatikan-nya. Ia menjadikannya sebagai Ibu Mesias.
Contemplasi
Menjadi orang yang bahagia adalah dambaan setiap ibu, bahkan setiap orang, apa pun statusnya dalam keluarga. Mari kita belajar dari Maria, menjadi bahagia pertama-tama karena percaya akan Allah sebagai Pribadi yang menyelamatkan, mengasihi, dan memperhatikan hidupnya. Justru karena sikap Maria inilah maka segala keturunan menyebutnya berbahagia (ay. 48).
Ia selalu menjadi ibu yang bahagia dan menginspirasi segala keturunan, hingga generasi kita, sekarang, untuk menjadi orang beriman yang bahagia. Orang yang gembira dan bahagia seperti Maria tak akan lupa untuk memuliakan Tuhan, sumber kegembiraan dan kebahagiaan.
Doa
Ya Bunda Maria, doakanlah kami kepada PuteraMu secara khusus ibu-ibu agar seperti engkau dengan gembira dan bersukacita mewartakan kemuliaan Allah. Semoga mereka menjadi seorang ibu yang beribadah, gembira, dan bahagia. Bawalah doa-doa kami kepada Yesus PuteraMu, kini dan sepanjang masa. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Ibu. Selamat hari Senin, Pekan khusus Adventus. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Komentar
Kirim Komentar