
Renungan Harian Katolik: Kerendahan Hati yang Memuliakan Tuhan
Renungan hari ini dengan tema “Kerendahan Hati yang Memuliakan Tuhan” disiapkan khusus untuk hari Senin biasa khusus Adven, dengan warna liturgi ungu. Mari kita simak renungan hari ini yang mengajak kita untuk merenungkan makna kerendahan hati dalam kehidupan beriman.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini
Bacaan pertama hari ini diambil dari kitab 1 Samuel 1:24-28. Dalam bacaan ini, kita membaca kisah Hana yang bersyukur atas kelahiran Samuel. Setelah Samuel disapih oleh ibunya, ia dibawa ke rumah Tuhan di Silo bersama seekor lembu jantan berumur tiga tahun, satu efa tepung, dan sebuyung anggur. Saat itu, Samuel masih sangat kecil. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantar kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu Hana berkata kepada Eli, "Mohon bicara, Tuanku! Demi Tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta daripada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan." Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Mazmur tanggapan hari ini adalah dari kitab 1 Samuel 2:1.4-5.6-7.8abcd. Refrennya adalah: "Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku." Dalam mazmur ini, kita diajak untuk bersyukur kepada Tuhan karena Ia memperhatikan orang-orang yang rendah hati dan mengangkat mereka. Tuhan juga membuat miskin dan membuat kaya, serta merendahkan dan meninggikan sesuai kehendak-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.
O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kaubentuk dari tanah.
Bacaan Injil
Dalam Injil Lukas 1:46-56, kita membaca pujian Maria yang dikenal sebagai Magnificat. Maria berkata, "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus."
Maria juga menyampaikan bahwa Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.
Renungan Harian
Magnificat, pujian indah Bunda Maria, adalah ungkapan hatinya yang terdalam karena penuh rasa syukur akan karya Allah yang terjadi dalam hidupnya dan hidup umat Israel. Magnificat menggambarkan pengakuan terhadap kebesaran Tuhan dan kemurahan-Nya yang membentang sepanjang zaman. Maria mengawalinya dengan ungkapan, "Jiwaku memuliakan Tuhan."
Lewat pujian yang ia ungkapkan, Maria menunjukkan pengenalannya akan Allah. Baginya, Allah adalah Dia yang memerhatikan kerendahan hamba-hamba-Nya dan bahkan memilih melibatkan mereka untuk melakukan karya-Nya. Allah adalah Dia yang berbelas kasih kepada orang-orang yang takut akan Dia, tetapi juga keras terhadap orang-orang yang kejam dan meninggikan diri. Allah juga adalah Dia yang setia pada perjanjian dengan umat-Nya dan akan memelihara mereka sebagaimana yang telah Dia janjikan.
Melalui Magnificat, kita diajak untuk merefleksikan kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Semoga hati kita terbuka untuk merasakan kehadiran Tuhan, membiarkan-Nya membentuk hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Seperti Maria, kita pun diundang untuk mengatakan "ya" pada rencana Tuhan dengan penuh kepercayaan dan kerendahan hati.
Tuhan, berilah kami hati yang sederhana seperti Bunda Maria, agar kami mampu mengenali karya agung-Mu di sepanjang sejarah hidup kami. Biarlah kami selalu memuji dan memuliakan keagungan-Mu. Amin.
Komentar
Kirim Komentar