
aiotrade.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot langsung menunjukkan kekuatan pada awal perdagangan hari ini. Rabu (26/11/2025), rupiah dibuka pada level Rp 16.669 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini membuat rupiah menguat sebesar 0,08% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.657 per dolar AS.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perkembangan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di kawasan Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, beberapa mata uang regional tercatat mengalami penguatan terhadap dolar AS.
Berikut ini adalah daftar mata uang yang mengalami penguatan:
- Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak sebesar 0,46%.
- Dolar Taiwan mengalami kenaikan sebesar 0,31%.
- Peso Filipina terkerek naik sebesar 0,15%.
- Yen Jepang dan ringgit Malaysia sama-sama menguat sebesar 0,06%.
- Dolar Singapura mengalami apresiasi sebesar 0,01%.
- Baht Thailand naik sebesar 0,009%.
- Yuan China menguat tipis sebesar 0,003%.
Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah terhadap dolar AS. Nilainya turun sebesar 0,01% dalam pergerakan hari ini.
Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini menunjukkan bahwa kondisi pasar keuangan nasional sedang stabil. Meski demikian, para analis tetap memantau perkembangan ekonomi global yang bisa memengaruhi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah antara lain tingkat inflasi, suku bunga, serta sentimen dari pasar keuangan internasional. Saat ini, rupiah tampaknya mendapat dukungan dari kinerja ekonomi domestik yang relatif baik serta ketenangan di pasar modal.
Di sisi lain, penguatan mata uang negara-negara Asia juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral masing-masing negara. Misalnya, kebijakan suku bunga yang lebih rendah di beberapa negara dapat mendorong aliran investasi masuk, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang lokal.
Selain itu, situasi geopolitik dan fluktuasi harga komoditas juga bisa memengaruhi pergerakan nilai tukar. Karena itu, para pelaku pasar harus tetap waspada terhadap berbagai isu yang muncul.
Secara keseluruhan, pergerakan rupiah hari ini menunjukkan optimisme terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Namun, tetap diperlukan pengawasan yang ketat untuk menjaga agar nilai tukar tidak mengalami pelemahan yang signifikan akibat tekanan eksternal.
Komentar
Kirim Komentar