
Jakarta.
Nilai tukar rupiah di pasar spot terus mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada Senin (22/12/2025), rupiah ditutup pada level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat rupiah melemah sebesar 0,16% dibandingkan penutupan Jumat (19/12/2025) yang berada di level Rp 16.723 per dolar AS.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kurs rupiah Jisdor juga mengalami pelemahan dalam enam hari perdagangan terakhir. Hari ini, kurs rupiah Jisdor melemah sebesar Rp 38 atau 0,23% menjadi Rp 16.773 per dolar AS.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS di awal pekan ini disebabkan oleh kekhawatiran terkait prospek suku bunga Bank Indonesia (BI) yang terus memberatkan. Selain itu, indeks dolar AS (DXY) juga terpantau menurun hari ini.
Mengenai sentimen pergerakan esok hari, yaitu Selasa (23/12/2025), Lukman menyatakan bahwa masih minimnya data ekonomi baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang bisa mendukung penguatan rupiah.
“Secara umum, investor sedang memantau sentimen secara keseluruhan, khususnya di pasar ekuitas. Ada pun perkembangan lain yang perlu dipantau adalah eskalasi di laut Karibia,” ujar Lukman kepada aiotrade, Senin (22/12/2025).
Dari sisi eksternal, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa kekhawatiran atas ketegangan geopolitik yang meningkat kembali di Timur Tengah juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah.
“Selain itu, besok pada 23 Desember, agenda ekonomi AS akan sangat padat, karena Minggu yang lebih pendek akibat libur Natal,” jelas Ibrahim.
Pasar akan mencerna beberapa data penting, seperti data rata-rata 4 minggu perubahan ketenagakerjaan ADP, angka pertumbuhan untuk kuartal III, serta data produksi industri untuk bulan Oktober dan November.
Di sisi domestik, faktor bencana di Sumatra yang signifikan turut menjadi perhatian. Menurut Ibrahim, bencana ini memengaruhi capaian pertumbuhan ekonomi sehingga perlu diperhatikan secara serius.
Dengan situasi tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (23/12/2025) akan bergerak di rentang Rp 16.770 hingga Rp 16.810 per dolar AS. Sementara itu, Lukman memprediksi rupiah akan terus melanjutkan tren pelemahan di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dolar AS.
Komentar
Kirim Komentar