
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Semangat Lansia dalam Pendidikan Non-Formal
Di usia yang sudah senja, banyak orang memilih untuk bersantai dan menikmati masa pensiun. Namun, bagi Sutarto, usia hanyalah angka. Seorang YouTuber berusia 70 tahun, ia tetap antusias mengikuti pelatihan artificial intelligence (AI) di Sekolah Lansia Senior School Pintar (SSP) di Jakarta. Ia mendapatkan informasi tentang sekolah lansia dari petugas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) saat mengikuti kegiatan kemasyarakatan.
Sutarto menjelaskan bahwa pengalaman di sekolah lansia memberinya ilmu baru, teman, dan interaksi yang bermakna. “Pengalaman ini sangat berkesan,” ujarnya.
Pengalaman Baru untuk Lansia
Selain Sutarto, Ilah Karmilah juga merasa terinspirasi oleh kegiatan di sekolah lansia. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tentang penyakit di usia senja. Menurutnya, ilmu tersebut membantunya lebih memahami kondisi tubuh yang semakin tua.
“Saya memang senang berkegiatan positif. Pertama, untuk kesehatan. Kedua, bisa bertemu dengan teman-teman lansia. Kebetulan keluarga mendukung,” kata Ilah yang tinggal di Kelurahan Kampung Rambutan.
Program Sekolah Lansia di DKI Jakarta
Sekolah lansia merupakan pendidikan non-formal berbasis masyarakat khusus lansia yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta. Saat ini, terdapat 10 sekolah lansia di Jakarta dengan peserta mencapai 381 orang untuk metode belajar tatap muka.
Selain itu, terdapat 65 Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) program literasi digital di 65 kelurahan yang dilakukan secara daring dan luring. Sebanyak 1.624 orang menjadi peserta pelatihan literasi digital dan baru saja diwisuda setelah menempuh pendidikan selama sepuluh bulan.
Apresiasi Gubernur DKI Jakarta
Semangat para lansia diapresiasi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menilai, lansia yang bersekolah memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas hidup. Sekolah lansia memberi ruang untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, dan saling bertukar informasi.
“Menurut saya, bukan ijazahnya (yang terpenting), melainkan prosesnya. Tadi ada ibu berusia 87 tahun dan bapak berusia 80 tahun yang masih mengikuti sekolah. Ini menunjukkan bahwa sekolah lansia benar-benar menjadi kebutuhan bagi warga Jakarta,” kata Pramono saat memberi sambutan dalam Wisuda Akbar SPP di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (18/9/2025).
Masa Depan Sekolah Lansia
Melihat antusias peserta, Pramono meminta DPPAPP DKI Jakarta agar terus mengembangkan sekolah lansia supaya bisa diikuti oleh lebih banyak peserta. “Mudah-mudahan sekolah lansia dan program kami lainnya dapat meringankan kehidupan mereka. Saya menginstruksikan jajaran DPPAPP DKI Jakarta untuk mengembangkan program ini agar semakin banyak lansia yang bisa ikut. Kalau bisa hadir di semua kelurahan,” ujar Pramono.
Peran Sekolah Lansia dalam Masyarakat
Kepala DPPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa Wisuda Akbar Sekolah Lansia SSP merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan nyata kepada lansia sekaligus menjadi momentum kebahagiaan dan kebanggaan atas keberhasilan menyelesaikan pembelajaran.
“Sebagai kelompok rentan, lansia perlu mendapat perhatian serius. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak sepanjang hayat, tanpa batas usia,” kata Iin lewati siaran pers yang diterima aiotrade, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Iin menjelaskan, Wisuda Akbar Sekolah Lansia SSP sangat ditunggu-tunggu oleh peserta. Bahkan, Wisuda Akbar SSP juga telah mendapat sertifikat The 20th Anniversary Active Aging Conference In Asia Pacific dari Fukuoka, Jepang.
Tujuan dan Metode Pembelajaran
Sekolah lansia merupakan bagian dari pelaksanaan Bina Keluarga Lansia (BKL), program yang dikembangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia maupun keluarga yang memiliki lansia.
Adapun pada metode pembelajaran, lansia diberikan pengetahuan mengenai kesehatan, pola hidup sehat, gizi, kebugaran, kesehatan jiwa, keterampilan sederhana, tips penggunaan teknologi, seni, senam, dan kegiatan lainnya. Pembelajaran dilakukan dengan dua metode, tatap muka maupun hybrid.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Sekolah lansia juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, hingga media. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan bagi lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Komentar
Kirim Komentar