
Peringatan Hari Ibu di Era Digital
Tanggal 22 Desember kembali diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia. Namun, di tengah gempuran teknologi dan media sosial, peringatan Hari Ibu tahun ini membawa pesan edukasi yang lebih dalam tentang bagaimana menjaga kedekatan emosional antara ibu dan anak yang kini banyak terdistraksi oleh layar digital.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pakar edukasi keluarga menekankan bahwa era digital membawa tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, teknologi memudahkan komunikasi jarak jauh melalui video call atau pesan singkat. Namun di sisi lain, fenomena "bersama tapi jauh" di mana ibu dan anak duduk berdampingan namun asyik dengan gadget masing-masing menjadi ancaman bagi kualitas hubungan emosional.
Mengembalikan Makna Kedekatan
Momen Hari Ibu tidak seharusnya hanya dirayakan melalui unggahan foto di media sosial dengan caption manis. Edukasi mengenai kedekatan di era digital sangat penting untuk menyadarkan masyarakat bahwa kehadiran fisik yang berkualitas (quality time) tetap tidak tergantikan oleh simbol-simbol digital.
"Kedekatan itu bukan soal berapa banyak kita saling mengirim emoji hati di WhatsApp, tapi soal hadir sepenuhnya secara mental saat bersama ibu. Di era digital, tantangan terbesar adalah memberikan perhatian penuh tanpa gangguan notifikasi," ungkap Ifada, salah satu konselor keluarga.
Tips Menjaga Kedekatan di Era Digital
Untuk memberikan edukasi bagi generasi muda, berikut beberapa langkah sederhana untuk merayakan Hari Ibu secara bermakna di era modern:
- Digital Detox Sejenak adalah mematikan ponsel selama beberapa jam saat merayakan Hari Ibu untuk benar-benar mendengarkan cerita dan keluh kesah ibu.
- Literasi Digital Bersama adalah edukasi ibu mengenai teknologi agar beliau tidak merasa tertinggal, sekaligus membangun aktivitas bersama di dunia digital yang positif.
- Kualitas di Atas Kuantitas merupakan upaya penggunaan media sosial untuk mengungkapkan apresiasi, namun pastikan ada pelukan dan ucapan langsung yang menyertainya.
Simbol Perlawanan Terhadap Individualisme
Peringatan Hari Ibu di era digital juga menjadi pengingat bahwa di balik kecepatan algoritma, ada sosok ibu yang menjadi tiang stabilitas emosional dalam keluarga. Edukasi mengenai pentingnya kedekatan ini bertujuan agar anak-anak zaman sekarang tidak kehilangan empati dan kemampuan berkomunikasi secara personal dengan sosok yang paling berjasa dalam hidup mereka.
Melalui momentum ini, diharapkan Hari Ibu bukan sekadar tren tahunan, melainkan pengingat bagi setiap individu untuk terus memanusiakan hubungan dengan orang tua, meski dunia semakin bergeser ke arah virtual.
Komentar
Kirim Komentar