Sering Colok Elektronik Tapi Tak Digunakan? Waspada Phantom Power yang Boros Tagihan Listrik

Sering Colok Elektronik Tapi Tak Digunakan? Waspada Phantom Power yang Boros Tagihan Listrik

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Sering Colok Elektronik Tapi Tak Digunakan? Waspada Phantom Power yang Boros Tagihan Listrik yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


aiotrade.app
- Apakah Anda sering menancapkan perangkat elektronik ke colokan listrik meskipun tidak sedang digunakan? Hati-hati, kebiasaan ini bisa menyebabkan pemborosan energi yang cukup besar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Fenomena ini dikenal sebagai Phantom Power, yaitu konsumsi listrik yang terjadi meskipun perangkat dalam keadaan standby atau tidak aktif. Tanpa disadari, Phantom Power bisa menyumbang hingga 7–11 persen dari total tagihan listrik rumah tangga. Mulai dari TV, charger ponsel, hingga konsol game, semua bisa menjadi “penyedot listrik tersembunyi” jika terus dicolok ke stop kontak.

Lantas, apa sebenarnya Phantom Power itu dan bagaimana cara menghindarinya agar tagihan listrik tidak semakin membengkak? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Phantom Power?

Phantom Power adalah listrik yang tetap mengalir ke perangkat elektronik meski tidak sedang digunakan. Perangkat seperti TV, konsol game, komputer desktop, atau oven biasanya memiliki transformator internal yang menjaga sebagian sistemnya tetap aktif agar bisa menyala lebih cepat ketika dihidupkan.

Inilah alasan mengapa Anda masih bisa melihat lampu indikator merah atau jam digital kecil pada beberapa perangkat meskipun sudah dimatikan. Selama kabelnya masih terhubung ke listrik, perangkat tersebut tetap mengonsumsi daya dalam jumlah kecil, dan jika dibiarkan terus-menerus, jumlahnya bisa menumpuk menjadi pemborosan energi yang signifikan.

Seberapa Besar Energi yang Terbuang?

Meski terlihat sepele, Phantom Power bisa menambah pengeluaran listrik hingga ratusan ribu rupiah per tahun. Riset IDAE menunjukkan bahwa rata-rata rumah tangga di Spanyol mengonsumsi sekitar 3.487 kWh listrik per tahun, dan sekitar 300 kWh di antaranya berasal dari Phantom Power.

Beberapa perangkat yang paling banyak menyumbang konsumsi Phantom Power antara lain:

  • Pemanas air listrik: hingga 27 kWh per tahun
  • Asisten suara (seperti Alexa atau Google Home): sekitar 26 kWh per tahun
  • Robot vacuum cleaner: sekitar 23 kWh per tahun
  • TV, konsol game, dan home theater
  • Komputer desktop, yang bahkan bisa menghabiskan 8 persen dari total energi rumah tangga

Jika dikonversi, total energi yang terbuang ini bisa mencapai sekitar Rp400.000 per tahun, hanya untuk listrik yang tidak benar-benar digunakan.

Kenapa Perangkat Tetap Menyedot Listrik Saat Mati?

Kebanyakan perangkat modern didesain agar selalu dalam kondisi siap pakai. Fitur seperti standby mode, auto-update, hingga jam digital memerlukan aliran listrik kecil untuk tetap berfungsi. Selama perangkat terhubung ke jaringan listrik, arus kecil tetap mengalir melalui transformator internal, itulah yang disebut Phantom Power. Dengan kata lain, meski perangkat tampak mati, listrik tetap mengalir di balik layar.

Cara Efektif Mengurangi Phantom Power

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda terapkan di rumah:

  • Cabut steker setelah digunakan
    Charger ponsel, printer, atau TV tetap menarik arus listrik meski tidak aktif. Biasakan mencabutnya saat tidak dipakai.

  • Gunakan power strip dengan sakelar
    Colokan listrik jenis ini memungkinkan Anda memutus aliran listrik sepenuhnya hanya dengan menekan satu tombol.

  • Manfaatkan fitur timer atau mode hemat energi
    Banyak perangkat modern memiliki pengaturan otomatis untuk mematikan sistem saat tidak digunakan.

  • Ganti perangkat boros daya
    Misalnya, laptop mengonsumsi energi jauh lebih sedikit dibandingkan PC desktop. Saat membeli, periksa juga label efisiensi energi yang biasanya mencantumkan konsumsi daya standby.

  • Gunakan power strip pintar
    Beberapa model dilengkapi sensor otomatis yang mendeteksi penurunan daya dan langsung memutus arus ke perangkat yang tidak aktif.

Phantom Power bisa jadi tampak sepele, tapi dampaknya nyata terhadap tagihan listrik bulanan Anda. Dengan sedikit perubahan kebiasaan, seperti mencabut kabel, memakai power strip pintar, dan memilih perangkat hemat energi, Anda bisa menghemat listrik sekaligus berkontribusi pada rumah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar