Sopir Pembunuh di Tol Pemalang

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Sopir Pembunuh di Tol Pemalang tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
Sopir Pembunuh di Tol Pemalang

Nasib Sopir Bus Pariwisata yang Tewaskan 4 Orang dalam Kecelakaan di Tol Pemalang

Kecelakaan maut yang menimpa bus pariwisata dengan nomor polisi DK 9296 AG telah menyebabkan empat korban meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi di jalur keluar Tol Pemalang, tepatnya di wilayah Kelurahan Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (25/10/2025). Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sopir bus bernama Joko Lukito, warga Dusun Dawung, Desa Badran, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi.

“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah seluruh hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi rampung,” ujar Rendy. Ia juga menyampaikan bahwa pengemudi bus masih dalam kondisi yang membutuhkan perawatan medis dan belum bisa dimintai keterangan secara penuh.

Penyebab Kecelakaan

Menurut Rendy, kecelakaan lalu lintas bermula ketika bus melaju dari arah timur. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan sehingga kendaraan oleng ke kanan dan membentur guardrail, lalu terguling ke bahu jalan di sebelah kanan.

Jumlah penumpang bus naas tersebut sebanyak 34 orang, terdiri atas 3 kru dan 31 penumpang. Empat korban dinyatakan meninggal dunia, satu orang luka berat, dan sepuluh korban mengalami luka ringan. Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit berbeda di Pemalang, termasuk satu orang dengan luka serius.

Satlantas Polres Pemalang memberikan pelayanan pengawalan pada rombongan kendaraan yang membawa pulang 4 jenazah dari rumah sakit di Pemalang ke rumah duka di Kota Semarang.

Korban Masih Dirawat

Hingga Minggu kemarin, enam korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Pemalang KM 312 B arah Exit Tol Gandulan masih menjalani perawatan di RSU Siaga Medika, Pemalang. Humas RSU Siaga Medika Pemalang, Indra Setiawan, mengatakan bahwa berdasarkan data pasien kecelakaan kemarin yang masih dirawat berjumlah enam orang. Dua orang menjalani observasi di ICU, sisanya empat orang berada di ruang rawat inap.

Salah satu korban, yakni Joko Lukito, sopir bus Kadang Kinasih. Lima korban lainnya merupakan penumpang bus, warga Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Jaminan dari Jasa Raharja

Di sisi lain, Jasa Raharja memastikan pemberian jaminan dan santunan kepada para korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Pemalang. Jasa Raharja mencatat, ada sejumlah empat korban meninggal dunia dan sebanyak 11 korban mengalami luka-luka dirawat di RSU Siaga Medika Pemalang, RSI Al Ikhlas Taman Pemalang, dan RS Prima Medika Pemalang.

Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah, Triadi, mengatakan bahwa seluruh korban kecelakaan telah dijamin oleh Jasa Raharja sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Korban meninggal dunia akan mendapat santunan Rp 50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah. Adapun korban luka-luka dijamin biaya perawatan dengan nilai maksimal Rp 20 juta yang dibayarkan langsung ke rumah sakit.

Petugas Jasa Raharja segera turun ke lapangan berkoordinasi dengan Polres Pemalang untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kejadian kecelakaan, serta ke rumah sakit untuk melakukan pendataan korban. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pemberian jaminan bagi korban luka-luka dan proses pemberian santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Proses Evakuasi

Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan bahwa proses evakuasi korban kecelakaan maut bus rombongan warga asal Semarang telah selesai. Empat penumpang meninggal telah dievakuasi dan dibawa pulang ke Semarang.

“Pada (Sabtu) pukul 11.45, seluruh penumpang berhasil dievakuasi,” ujar Budiono, pada Sabtu malam. Menurut Budiono, dugaan sementara insiden kecelakaan disebabkan rem blong yang membuat bus hilang kendali di tikungan ke luar tol.

“Diduga karena rem blong, bus hilang kendali dan menabrak pembatas jalan saat berada di tikungan arah Exit Tol Pemalang. Akibatnya, kendaraan terguling dan beberapa penumpang terimpit oleh bodi bus,” kata Budiono.

Tim SAR dari Unit Siaga SAR (USS) Pemalang langsung menuju lokasi usai mendapat laporan kecelakaan, pada pukul 09.30, untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Proses evakuasi dilakukan dengan penanganan khusus menggunakan peralatan ekstrikasi untuk mengeluarkan penumpang yang terjebak di dalam bodi bus.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penyelamatan,” imbuhnya.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar