Strategi Digital Tingkatkan Dana Murah, Laba BNI Naik

Strategi Digital Tingkatkan Dana Murah, Laba BNI Naik

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Strategi Digital Tingkatkan Dana Murah, Laba BNI Naik menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kinerja Positif BNI di Kuartal III 2025

Peningkatan kualitas aset dan efisiensi pendanaan menjadi faktor utama yang mendorong kinerja positif PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) hingga kuartal III 2025. Pertumbuhan kredit yang signifikan, didukung oleh digitalisasi, telah memperkuat posisi BNI dalam menjaga pertumbuhan sektor produktif sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit.

Pertumbuhan Kredit yang Signifikan

Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit BNI tumbuh sebesar 10,5 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 812,2 triliun. Pertumbuhan ini terjadi secara merata di seluruh segmen bisnis, termasuk korporasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Finance and Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyampaikan bahwa strategi pembiayaan yang diterapkan berhasil menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif.

Kredit korporasi meningkat sebesar 12,4 persen YoY menjadi Rp 450,7 triliun. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan kepada korporasi swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan institusi. Sementara itu, kredit segmen menengah tumbuh sebesar 14,3 persen YoY. Kredit UMKM non-KUR juga meningkat sebesar 13,9 persen YoY menjadi Rp 46,3 triliun.

Segmen konsumer seperti kredit pemilikan rumah (KPR), personal loan, dan kartu kredit mencatat pertumbuhan sebesar 9,6 persen YoY senilai Rp 150,2 triliun. Sinergi dengan anak perusahaan turut memperkuat ekosistem bisnis BNI, dengan pertumbuhan kredit usaha di level grup naik 15,3 persen YoY menjadi Rp 17,4 triliun.

Kepatuhan pada Cadangan Kerugian Penurunan Nilai

Paolo memastikan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) BNI tetap disiplin. CKPN BNI sebesar Rp 34,7 triliun dengan rasio cakupan terhadap kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio mencapai 222,7 persen. Penguatan cadangan dilakukan secara selektif untuk mengantisipasi potensi risiko kredit serta menjaga ketahanan keuangan. "Kami terus memperkuat kualitas portofolio kredit dan menerapkan risk-based provisioning untuk memastikan ketahanan jangka panjang," ujarnya.

Strategi Digital Transaction Banking yang Agresif

Direktur Treasury and International Banking Abu Santosa Sudradjat menyampaikan bahwa strategi digital transaction banking yang agresif menciptakan pertumbuhan yang kuat. Dana pihak ketiga (DPK) BNI naik sebesar 21,4 persen YoY menjadi Rp 934,3 triliun, dengan current account saving account (CASA) tumbuh sebesar 13,3 persen YoY menjadi Rp 613,4 triliun. "Porsi dana murah ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan biaya dana (cost of fund), menjaga profitabilitas tetap sehat," ujar Abu.

Strategi tersebut juga menghasilkan pertumbuhan fee-based income sebesar 11 persen YoY, yang berkontribusi 30 persen dari total fee-based income BNI hingga akhir kuartal III 2025. Didorong oleh akselerasi kanal digital, terutama aplikasi wondr by BNI, yang mencatat lonjakan pengguna dari 2,8 juta pada September 2024 menjadi 10,5 juta pengguna per September 2025.

"Nilai transaksi wondr by BNI mencapai Rp 783 triliun, dengan 866 juta transaksi tercatat sepanjang periode yang sama," tambahnya. Kanal BNIdirect untuk segmen korporasi mencatat nilai transaksi sebesar Rp 8.080 triliun, tumbuh 26,7 persen YoY dengan volume transaksi menjadi 1,061 miliar kali. Pertumbuhan ini juga memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee income) yang berkelanjutan.

Laba Bersih yang Menggembirakan

Dengan berbagai inisiatif yang dijalankan, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,12 triliun hingga akhir September 2025. "Ini menunjukkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif dalam menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Strategi Digital Tingkatkan Dana Murah, Laba BNI Naik ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar