Taiwan Larang Konsumsi Indomie Soto Banjar Akibat Pestisida

Taiwan Larang Konsumsi Indomie Soto Banjar Akibat Pestisida

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Taiwan Larang Konsumsi Indomie Soto Banjar Akibat Pestisida menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Featured Image

Penemuan Residu Pestisida dalam Produk Indomie di Taiwan

Pusat Keamanan Makanan (CSF) Taiwan menemukan residu pestisida yang dikenal sebagai etilena oksida (EtO) dalam produk Indomie varian Rasa Soto Banjar Limau Kulit. Temuan ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan konsumen dan mendorong pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berdasarkan dugaan, produk tersebut kemungkinan masuk ke pasar Taiwan melalui perdagangan daring atau barang pribadi. CSF menduga bahwa Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit berasal dari Hong Kong sebelum akhirnya masuk ke Taiwan. Dari segi detail, produk ini memiliki tanggal kedaluarsa pada 19 Maret 2026 dan berasal dari Indonesia.

Konsumen yang memiliki produk tersebut diminta untuk segera membuangnya dan tidak mengonsumsinya. Pihak CSF juga menyatakan bahwa mereka akan tetap waspada dan mengawasi perkembangan terbaru serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika diperlukan.

Indomie merupakan salah satu produk unggulan dari anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Varian Rasa Soto Banjar Limau Kulit biasanya tersedia di kawasan Kalimantan Selatan.

Reaksi Perusahaan dan Pemerintah

Direktur Indofood Sukses Makmur, Franky Welirang, menyatakan bahwa pihak perusahaan belum menerima informasi terbaru terkait insiden ini. Namun, pemerintah sedang melakukan verifikasi terhadap temuan CSF Taiwan. Ia menjelaskan bahwa kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sampai berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Indofood CBP dan BPOM terkait kelanjutan dari temuan CSF Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa proses penanganan masih dalam tahap evaluasi dan investigasi lebih lanjut.

Sejarah Kasus Etilena Oksida pada Indomie

Ini bukan pertama kalinya Indomie terlibat dalam kasus etilena oksida. Pada April 2023, Taiwan juga menemukan senyawa etilen oksida di atas ambang batas yang ditentukan negara tersebut dalam produk Indomie Rasa Ayam Spesial. Kepala Divisi Makanan dan Obat-obatan Departemen Kesehatan Taiwan, Chen Yi-ting, menjelaskan bahwa inspeksi dilakukan dengan memilih secara acak 30 produk dari berbagai tempat seperti supermarket, toko serba ada, hypermarket, pasar basah tradisional, toko makanan Asia Tenggara, dan importir grosir di kota-kota besar.

Dalam inspeksi tersebut, etilena oksida ditemukan pada bumbu produk mi instan merek Indomie Rasa Ayam Spesial produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 0,187 mg/kg (ppm). Di Taiwan, penggunaan EtO dalam pangan dilarang.

Standar Nasional dan Internasional

Metode analisis yang digunakan oleh Taiwan FDA adalah metode penentuan 2-Chloro Ethanol (2-CE), yang hasil ujinya dikonversi sebagai EtO. Oleh karena itu, kadar EtO sebesar 0,187 ppm setara dengan kadar 2-CE sebesar 0,34 ppm.

Di Indonesia, Batas Maksimal Residu (BMR) 2-CE telah diatur sebesar 85 ppm melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 229 Tahun 2022 tentang Pedoman Mitigasi Risiko Kesehatan Senyawa Etilen Oksida. Dengan demikian, kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel mi instan di Taiwan (0,34 ppm) jauh di bawah BMR 2-CE di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Berdasarkan hal ini, BPOM RI menyatakan bahwa produk mi instan tersebut aman untuk dikonsumsi di Indonesia karena telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk sebelum beredar.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Taiwan Larang Konsumsi Indomie Soto Banjar Akibat Pestisida ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar