
aiotrade, JAKARTA — Harga emas dunia diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari mendatang. Prediksi ini muncul akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin. Kondisi ini memicu minat investor untuk mencari aset yang lebih aman, seperti emas.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Di pasar domestik, harga emas batangan juga berpotensi melampaui level psikologis baru yaitu Rp2,6 juta per gram. Hal ini didorong oleh kenaikan harga emas global yang terus berlanjut.
Berdasarkan data dari Bloomberg, harga emas di pasar spot saat ini berada pada level US$4.338,38 per troy ounce. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,14% dibandingkan dengan harga sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka Comex Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 0,52% menjadi US$4.387,30 per troy ounce.
Menurut Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, harga emas dunia menunjukkan tren penguatan yang kuat. Jika tren positif ini terus berlanjut, emas dunia diperkirakan akan melewati level resisten pertama di US$4.378 dan berpotensi mencapai US$4.415 per troy ounce.
“Kemungkinan besar, harga emas dunia dapat melampaui rekor yang tercatat pada bulan Oktober yaitu US$4.381,” kata Ibrahim pada Minggu (21/12/2025).
Ibrahim menjelaskan bahwa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas adalah rencana serangan militer baru Israel terhadap Iran. Fokus ketegangan saat ini beralih ke kekhawatiran Israel terhadap pengembangan program rudal balistik Iran.
Selain itu, ketegangan antara AS dan Venezuela turut menjadi perhatian pasar. Langkah Donald Trump yang kembali menahan kapal tanker minyak kedua milik Venezuela diperkirakan akan memperburuk situasi di wilayah Amerika Latin dan mengganggu stabilitas pasokan minyak global.
“Trump telah menyatakan bahwa ia siap menguasai Venezuela karena tidak mengakui pemerintahan Nicolás Maduro,” ujar Ibrahim.
Di tingkat domestik, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah. Ibrahim memprediksi bahwa mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS pada pekan depan.
Pasar juga sedang memantau sikap Bank Sentral AS, The Fed, terkait potensi penurunan suku bunga dalam pertemuan bulan Januari. Namun, para ekonom tetap berhati-hati karena data makroekonomi AS dianggap tidak akurat akibat penutupan pemerintahan selama 43 hari.
“Ada kemungkinan besar bahwa di akhir tahun, jika kondisi tetap baik, harga emas bisa mencapai Rp2,7 juta per gram. Kemungkinan besar hal ini akan tercapai jika fundamental yang mendukung penguatan harga emas dunia dan rupiah tetap stabil,” tutup Ibrahim.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Komentar
Kirim Komentar