
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Proyek Tol Getaci Menjadi Harapan Baru untuk Jawa Barat Selatan
Setelah hampir satu dekade hanya menjadi wacana, proyek jalan tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kini menjadi perhatian utama masyarakat dan para pemangku kepentingan di Jawa Barat. Proyek strategis nasional ini dianggap sangat penting untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan Jawa Barat.
Awalnya, rencana pembangunan jalur tol ke arah selatan muncul sejak 2016 melalui rencana Tol Cileunyi–Tasikmalaya (Citas), lalu berganti nama menjadi Tol Cigatas, hingga akhirnya ditetapkan sebagai Tol Getaci. Kepastian proyek ini tercapai setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan tahun 2026 sebagai jadwal lelang proyek.
Ketimpangan Investasi yang Mencolok
Wilayah Priangan Timur—yang mencakup Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar—terlihat tertinggal dalam hal investasi dan infrastruktur dibandingkan kawasan industri di utara seperti Bekasi dan Karawang. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Muhammad Nur, menyoroti disparitas tersebut berdasarkan laporan ekonomi triwulan I 2025:
- Kota Banjar: Rp29 miliar
- Kabupaten Pangandaran: Rp31 miliar
- Kabupaten Ciamis: Rp44 miliar
Sementara itu, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp21,39 triliun dan Karawang Rp15,34 triliun.
"Masih terjadi ketimpangan investasi yang cukup lebar antarwilayah di Jawa Barat. Daerah seperti Banjar dan Pangandaran perlu dukungan infrastruktur agar lebih menarik bagi investor," ujarnya.
Selain itu, tiga kabupaten/kota di Priangan Timur juga masuk daftar penyumbang kemiskinan tertinggi di Jabar, berdasarkan data BPS September 2025:
- Kabupaten Tasikmalaya: 10,15%
- Kabupaten Garut: 9,39%
- Kota Tasikmalaya: 10,84%
Konektivitas Rendah Hambat Pertumbuhan
Laporan Perpres No. 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jabar Selatan menegaskan bahwa tingkat konektivitas di wilayah Jabar bagian selatan masih rendah. Kondisi ini membuat pembangunan ekonomi sulit berkembang optimal karena akses antarwilayah terbatas dan biaya logistik tinggi.
Akses jalan yang minim membuat mobilitas barang dan manusia menjadi tantangan besar. Misalnya, bagi wisatawan dari Bandung menuju Pangandaran, waktu tempuh bisa mencapai 7–9 jam akibat kemacetan di jalur eksisting. Dengan adanya Tol Getaci, durasi perjalanan dapat dipangkas menjadi hanya 3–4 jam saja.
Selain mempersingkat waktu tempuh, kehadiran Tol Getaci akan menjadi tulang punggung ekonomi baru di Jabar Selatan dengan membuka peluang bagi sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif untuk tumbuh lebih cepat.
Jalan Tol sebagai Akselerator Pemerataan
Pembangunan Tol Getaci bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis menghubungkan pusat ekonomi di Jabar utara dengan daerah potensial di selatan. Ketika konektivitas meningkat, arus investasi, distribusi hasil bumi, dan potensi wisata akan mengalir lebih lancar.
Dengan rencana lelang pada 2026, masyarakat Priangan Timur berharap penantian panjang selama hampir 9 tahun segera berakhir. Kehadiran Tol Getaci diharapkan menjadi simbol pemerataan ekonomi dan kebangkitan wilayah selatan Jawa Barat.
Komentar
Kirim Komentar