
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pertumbuhan Industri Reasuransi yang Menjanjikan
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa pendapatan premi industri reasuransi mencapai Rp 14,53 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11% secara tahunan (YoY). Dengan angka ini, terlihat bahwa kinerja industri mulai pulih setelah mengalami kontraksi pada semester pertama tahun 2025.
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyambut baik pertumbuhan ini. Corporate Secretary Group Head Tugure, Eko Susanto, menyatakan bahwa angka ini memberikan optimisme yang kuat bagi perusahaan untuk meningkatkan ekuitas secara organik. Ia menjelaskan bahwa meskipun tantangan masih ada, peluang untuk meningkatkan ekuitas tetap terbuka lebar.
Strategi Portofolio Underwriting yang Seimbang
Untuk memastikan pertumbuhan ekuitas yang berkelanjutan, Tugure tetap menerapkan strategi balancing portofolio underwriting. Dengan pendekatan ini, proporsi risiko yang dikelola tetap sehat dan memberikan kontribusi positif terhadap ekuitas. Eko menegaskan bahwa dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga kinerja underwriting tetap solid di tengah dinamika pasar.
"Kami tetap optimis bahwa pertumbuhan ekuitas secara organik dapat dicapai, terutama ketika portofolio berada dalam komposisi yang lebih seimbang dan resilien," ujar Eko.
Kepatuhan terhadap Standar Permodalan
Eko menjelaskan bahwa saat ini, ekuitas perusahaan sudah memenuhi ketentuan untuk permodalan minimum pada 2026 dan memenuhi Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE) 1 pada 2028. Berdasarkan laporan keuangan, Tugure mencatatkan ekuitas sebesar Rp 1,74 triliun per Oktober 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan reasuransi konvensional memenuhi ekuitas minimum Rp 500 miliar pada akhir 2026. Untuk tahap kedua pada akhir 2028, perusahaan reasuransi harus memiliki ekuitas minimum sebesar Rp 1 triliun untuk KPPE 1, sedangkan reasuransi konvensional yang tergolong dalam KPPE 2 harus memiliki ekuitas minimum sebesar Rp 2 triliun.
Komitmen untuk Meningkatkan Ekuitas
Meski telah memenuhi standar ekuitas minimum pada 2026 dan KPPE 1 pada 2028, Eko menyampaikan bahwa Tugure akan terus berkomitmen untuk meningkatkan ekuitas secara organik. Tujuan perusahaan adalah masuk menjadi bagian dari perusahaan reasuransi yang memiliki ekuitas KPPE 2.
Eko yakin bahwa Tugure bisa mencapai target tersebut melalui sejumlah upaya yang diterapkan. Salah satu upaya tersebut adalah peningkatan kualitas risiko, disiplin penutupan, dan penerapan prinsip underwriting yang lebih selektif.
Peluang untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik
Eko menekankan bahwa kenaikan premi bukan hanya berasal dari volume, tetapi juga dari perbaikan kualitas risiko. Upaya ini tidak hanya memperkuat peluang perusahaan untuk meningkatkan ekuitas, tetapi juga memastikan kinerja operasional yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, Tugure siap menghadapi tantangan di masa depan sambil tetap mempertahankan pertumbuhan yang stabil.
Komentar
Kirim Komentar