Ubi Jalar Aman untuk Diabetes? Mitos atau Fakta?

Ubi Jalar Aman untuk Diabetes? Mitos atau Fakta?

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Ubi Jalar Aman untuk Diabetes? Mitos atau Fakta?, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


aiotrade, JAKARTA — Dalam mengelola diabetes, orang sering membahas tentang pembatasan konsumsi karbohidrat karena bagaimana pengaruhnya terhadap kadar gula darah.
Namun, ada satu karbohidrat yang mendapat perhatian besar, yakni ubi jalar. Tumbuhan akar yang lezat dan punya rasa manis alami ini merupakan makanan pokok dalam banyak diet dan menawarkan banyak manfaat nutrisi.
Tetapi pertanyaannya benarkan ubi jalar aman dikonsumsi oleh penderita diabetes?

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Indeks Glikemik Ubi Jalar

Dalam mengukur keamanan pangan untuk penderita diabetes, perlu diketahui indeks glikemiknya.
Indeks glikemik (GI) adalah skala yang mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah Anda memakannya.
"GI berkisar dari 0 hingga 100, dengan glukosa murni mendapat skor 100. Makanan yang memiliki GI rendah, 55 atau di bawahnya, akan melepaskan glukosa ke aliran darah Anda lebih lambat. Hal ini membuat makanan tersebut umumnya lebih aman bagi penderita diabetes," kata ahli gizi Avni Kaul.

Ubi jalar sering dianggap lebih manis daripada kentang biasa. Indeks glikemik (GI) ubi jalar bervariasi tergantung pada metode memasaknya.
Menurut ahli, ubi jalar panggang dengan kulitnya memiliki GI rendah hingga sedang sekitar 44-61. Hal ini membuat ubi jalar menjadi pilihan yang lebih baik daripada kentang biasa, yang memiliki GI sekitar 85 dan justru dapat meningkatkan kadar gula darah.

Nutrisi dalam Ubi Jalar

Ubi jalar sangat bergizi. Rasanya juga enak dan kaya akan nutrisi yang dapat membantu penderita diabetes. Berikut beberapa angka penting yang perlu diketahui:

  • Karbohidrat: Satu ubi jalar ukuran sedang (sekitar 150 gram) mengandung sekitar 27 gram karbohidrat. Ini lebih sedikit daripada kentang putih.
  • Serat: Ubi jalar merupakan sumber serat yang baik, menyediakan sekitar 4 gram per porsi. "Serat penting untuk pencernaan dan membantu menstabilkan kadar gula darah," kata ahli gizi.
  • Vitamin dan mineral: Ubi jalar kaya akan vitamin A dan C, serta mineral penting seperti kalium dan magnesium. "Ubi jalar mengandung banyak vitamin A, yang baik untuk mata Anda," kata Kaul. Vitamin ini berasal dari pigmen oranye beta-karoten, yang ditemukan dalam ubi jalar.
  • Antioksidan: Ubi jalar mengandung antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan. Kedua masalah ini sering dikaitkan dengan diabetes.

Apakah Ubi Jalar Aman untuk Penderita Diabetes?

Ubi jalar termasuk bahan pangan yang aman dimasukkan ke dalam diet seimbang penderita diabetes.
Ubi jalar bisa dipanggang, digoreng seperti kentang goreng, dipotong dadu dan ditambahkan dalam sup bersama berbagai sayuran, atau diolah menjadi ubi tumbuk.

Bagi penderita diabetes, pedoman yang baik adalah menjadikan karbohidrat 45 hingga 65% dari total kalori Anda.
"Jika Anda mengonsumsi sekitar 2.000 kalori setiap hari, targetkan 225 hingga 325 gram karbohidrat, sesuaikan berdasarkan seberapa aktif Anda," kata Kaul.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar